HIV-Aids semakin banyak ditemukan, dan hal ini menimbulkan ketidak
pastian dlm pemberian ASI. ASI adl makanan terbaik bagi bayi, krn jika tanpa
ASI bayi sering mengalami dampak negatif spt malnutrisi (gizi buruk), penyakit
infeksi termasuk diare yg sering menyebabkan kematian. Th 1985 virus HIV
ditemukan dlm ASi (air susu ibu), maka direkomendasikan ibu dgn HIV (+) jangan
memberikan ASI. Dan dianjurkan memberikan makanan pengganti, TETAPI dengan
syarat ketat (AFASS): Acceptable (dpt diterima), Feasible (dpt dilaksanakan),
Affordable (ada dana dan sbgnya), Sustainable (berkelanjutan) dan Safe (aman).
Panduan Depkes RI th.2101 adl sbb; ibu diberi konseling selama hamil dan
boleh memilih mau ASI atau susu pengganti. Penjelasannya ASI adl makanan
terbaik utk bayi, resiko penularan AIDS lewat ASI 15-20%, resiko meningkat jd
65% jika puting lecet. Jika ibu pilih ASI eksklusif maka menyusui smp 6 bln
lalu diberi PASI. selama 6 bln pertama tdk dianjurkan memberikan ASI dicampur
dgn makanan lain, krn infeksi meningkat. Jika ibu memilih susu formula saja tdk
mau ASI mk prinsip AFASS harus baik: air bersih, sanitasi lingkungan baik, susu
formula harus tersedia cukup minimal 6 bln untuk tumbuh kembang optimal,
keluarga mendukung. Apabila sebelum 6 bln syarat AFASS sudah terpenuhi, mk ibu
yg awalnya pilih ASI eksklusif boleh stop ASI ganti susu formula. Jd memang HIV
(+) sebaiknya tidak ASI ttp syarat AFASS harus dipenuhi, spy bayi sehat dan
tumbuh optimal.
Semoga bermanfaat
Pin Dr.BJ Club :285A2085
www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar