Senin, 17 Maret 2014

Topik 083: bolehkah ibu HIV (+) menyusui?


HIV-Aids semakin banyak ditemukan, dan hal ini menimbulkan ketidak pastian dlm pemberian ASI. ASI adl makanan terbaik bagi bayi, krn jika tanpa ASI bayi sering mengalami dampak negatif spt malnutrisi (gizi buruk), penyakit infeksi termasuk diare yg sering menyebabkan kematian. Th 1985 virus HIV ditemukan dlm ASi (air susu ibu), maka direkomendasikan ibu dgn HIV (+) jangan memberikan ASI. Dan dianjurkan memberikan makanan pengganti, TETAPI dengan syarat ketat (AFASS): Acceptable (dpt diterima), Feasible (dpt dilaksanakan), Affordable (ada dana dan sbgnya), Sustainable (berkelanjutan) dan Safe (aman).

Panduan Depkes RI th.2101 adl sbb; ibu diberi konseling selama hamil dan boleh memilih mau ASI atau susu pengganti. Penjelasannya ASI adl makanan terbaik utk bayi, resiko penularan AIDS lewat ASI 15-20%, resiko meningkat jd 65% jika puting lecet. Jika ibu pilih ASI eksklusif maka menyusui smp 6 bln lalu diberi PASI. selama 6 bln pertama tdk dianjurkan memberikan ASI dicampur dgn makanan lain, krn infeksi meningkat. Jika ibu memilih susu formula saja tdk mau ASI mk prinsip AFASS harus baik: air bersih, sanitasi lingkungan baik, susu formula harus tersedia cukup minimal 6 bln untuk tumbuh kembang optimal, keluarga mendukung. Apabila sebelum 6 bln syarat AFASS sudah terpenuhi, mk ibu yg awalnya pilih ASI eksklusif boleh stop ASI ganti susu formula. Jd memang HIV (+) sebaiknya tidak ASI ttp syarat AFASS harus dipenuhi, spy bayi sehat dan tumbuh optimal.

Semoga bermanfaat
Pin Dr.BJ Club :285A2085

www.dokterbj.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar