Jika haid disertai dgn nyeri yang "mengganggu", dalam arti
mempengaruhi aktifitas sehari2 atau perlu obat, maka nyeri haid tsb tidak
normal. Tetapi jika nyerinya hanya kram2 saja tidak perlu obat, bisa kerja
biasa artinya masih normal. Nyeri haid yg berat harus diduga sbg adanya kista
atau bercak endometriosis atau adenomiosis sampai terbukti tidak ada apa2. Krn
jika ada bercak atau kista endometriosis atau adenomiosis dan itu dibiarkan
akan merusak organ telor (ovarium) dan rahim serta menimbulkan perlekatan dgn
usus dan organ dlm panggul, hingga menjd deep peritoneal endometriosis yg
mempersulit pengobatan dan mempengaruhi kualitas hidup.
Endometriosis merupakan chronic inflamatory diseases, krn stress
oksidatif (Prof.Dome) Juga adanya endometriosis, baik berupa kista maupun
bercak peritoneal endometriosis (deep endometriosis) itu MENURUNKAN kesuburan,
shg sulit hamil, dan juga meningkatkan angka keguguran hingga 51%. Kemungkinan
abortus ini tdk tergantung pd beratnya endometriosis. Shg jika ada endometriosis
dan mau hamil mk harus diobati dulu. Bagi yg tdk berpikir utk hamil, maka tidak
ada perbedaan bermakna antara operasi atau pengobatan saja tanpa operasi, maka
cukup diobati dgn obat GnRha saja 3 bulan lalu diteruskan dgn progesteron atau
pil KB. Dgn target E 30-50 pg/ml (window therapy, yaitu fase tdk menopause ttp
sel2 endometriosisnya tdk tumbuh (tdk proliferasi). Ttp bagi yg mau hamil, mk
terpaksa dilakukan shaving (debulking) deep endometriosis atau kistektomi, atau
reseksi adenomiosis ttp jangan lakukan reseksi rektum (usus). Jika kistanya
besar, maka kurangi ukurannya dulu, GnRha 2-3 bulan baru operasi untuk
menyelamatkan telor yg ada, dan pd bagian hilus ovarium diablasi saja jgn
diangkat utk menyelamatkan telur. Setelah operasi segera program hamil, krn dpt
tumbuh lagi, jika sudah tdk mau hamil segera pakai progesteron (yg diminum
ataupun yg ditanam di rahim) atau oc jangka panjang. (Sharing pertemuan di
Macao 2014)
Semoga bermanfaat
Pin Dr.BJ Club :285A2085
www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar