Baru saja operasi pasien
sakit perut, infeksi di telornya dan bernanah jadi tumor 7 cm. usus buntunya juga
infeksi lengket dgn usus. Sekarang sudah baik di perawatan, bisa senyum.
Alam ini harusnya terjadi
keseimbangan, semua yg berlebih tidak baik, misalnya terlalu bersih, terlalu
kotor, terlalu banyak makan! Terlalu banyak tidur, dll..Jadi harus yg seimbang,
sederhana, rendah hati. termasuk keadaan kuman2 di tubuh kita.
Di tubuh kita ada kuman2
yg menjaga tubuh kita supaya tidak sakit, di sebut kuman baik (komensal). dari
luar ada kuman jahat (patogen). Setiap saat terjadi peperangan kuman jahat dan
kuman baik. Sakit tidaknya kita tergantung pd JUMLAH, GANASnya kuman, DAYA
TAHAN dan TEMPAT dimana kuman itu berada (salah tempat atau tidak). Kita akan
sakit jika karna terlalu bersih, mencuci dgn antiseptik terus sehingga 'kuman
baik' mati, seperti cuci vagina, kumur2 atau makan antibiotik yg tidak tepat,
kuman baik mati, kuman jahat berkuasa. Atau terlalu kotor shg kuman jahat
bertambah. Atau kumannya berpindah tempat, misalnya normalnya di anus ada
E.coli karna ML lewat anus atau cebok tidak bersih E coli pindah ke vagina.
Atau daya tahan tubuh menurun karna flu, kencing manis atau kena HIV-AIDS. Yg
terakhir ada sarang kuman2 yg tdk dibersihkan, lubang gigi, keputihan,congekan,
koreng.
Operasi 5 bln yang lalu
adalah gadis 20 th dgn banyak nanah di dalam perut yg berasal dari tuba dan
telurnya, dgn keluhan sakit perut yg sudah lama, ditemukan telurnya membesar 6
cm dan tubanya membengkak krn kuman2 dan nanahnya 1 gelas (tubo ovarial abces)
dan lengket. Pramugari 26 tahun,
keputihan lama dibiarkan hingga kuman masuk ke dalam rahim dan ke perut jadi
nanah.
Obat antibiotik harus
sesuai dosis; ,"boleh tidak dok obatnya 1/2 dosis saja, 3 hari saja?"
Makan obat tidak rasional dan tidak sesuai dosis menyebabkan kuman2 menjadi
kebal, tidak mati jadi resisten (tidak mempan lagi) jadi perlu obat yg lebih
keras dan dosis lebih tinggi lagi. .
Semoga bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 285A2085
www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar