Minggu, 09 Maret 2014

Topik 013 (rev.Mar'14) : Program Mau Anak


Setelah menikah 10 th, baru lahir saya sebagai anak pertama, setelah itu lancar, lahirlah adik saya 1 th kemudian dan lahir lagi 4 th kemudian. Jaman dahulu tentu ibu saya tidak berobat dan ternyata hamil dgn sendirinya. sepertinya semua memang ada waktunya, sehingga kalau baru menikah janganlah buru2 dan gundah gulana jika belum punya anak. Juga bagi orang tua, jangan mengejar anak2 kita untuk segera punya anak. Semakin stress maka semakin sulit punya anak, karna mengganggu jaras hormonal.

Lazimnya satu tahun menikah tanpa memakai kontrasepsi maka pasangan subur akan hamil, jika tidak maka kemungkinan ada gangguan kesuburan (infertil primer), maka bagi yang mau hamil periksakan diri ke dokter.
Suami: periksa sperma, 3 hari tidak boleh keluarkan sperma dimanapun lalu ke lab untuk ambil dan periksa sperma. Istri: diinspekulo melihat apakah liang vagina dan mulut rahim ada kelainan, lalu di usg apakah ada tumor atau kista. Lalu di HSG atau hidrotubasi saat haid bersih untuk melihat tuba buntu atau tidak. Setelah ada semua hasil itu, maka dimulailah program infertil, mematangkan sel telur dan menetaskan telur serta membuahi telur baik secara sanggama alami atau dgn inseminasi (dr.yg memasukkan sperma suami dgn kateter ke rahim istri) ataupun bayi tabung, tergantung kondisi suami istri.

Ada tiga tahapan, pertama dengan hubungan biasa 3 siklus, jika gagal akan dilanjutkan dengan program inseminasi 3 siklus, jika gagal dapat istirahat dulu atau bisa juga langsung program bayi tabung. Untuk tahap inseminasi dan bayi tabung karena tidak melalui hubungan suami istri secara alami shg melanggar prinsip unitif dan prokreatif suami istri  Maka dr.bj tidak mau melakukannya. Krn anak adalah anugrah bukan hasil produk suatu teknik. Anak bukan  pertama-tama hak bagi suami istri, tapi anugrah. Jika hak orang boleh menuntutnya, tetapi krn ini anugrah maka tidak boleh menuntut hanya boleh memohon pada yg Kuasa.
pin Dr.Bj Club: 285A2085

www.dokterbj.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar