Setelah menikah 10 th, baru lahir saya sebagai anak pertama, setelah itu
lancar, lahirlah adik saya 1 th kemudian dan lahir lagi 4 th kemudian. Jaman
dahulu tentu ibu saya tidak berobat dan ternyata hamil dgn sendirinya. sepertinya
semua memang ada waktunya, sehingga kalau baru menikah janganlah buru2 dan
gundah gulana jika belum punya anak. Juga bagi orang tua, jangan mengejar anak2
kita untuk segera punya anak. Semakin stress maka semakin sulit punya anak, karna
mengganggu jaras hormonal.
Lazimnya satu tahun menikah tanpa memakai kontrasepsi maka pasangan
subur akan hamil, jika tidak maka kemungkinan ada gangguan kesuburan (infertil
primer), maka bagi yang mau hamil periksakan diri ke dokter.
Suami: periksa sperma, 3 hari tidak boleh keluarkan sperma dimanapun
lalu ke lab untuk ambil dan periksa sperma. Istri: diinspekulo melihat apakah
liang vagina dan mulut rahim ada kelainan, lalu di usg apakah ada tumor atau
kista. Lalu di HSG atau hidrotubasi saat haid bersih untuk melihat tuba buntu
atau tidak. Setelah ada semua hasil itu, maka dimulailah program infertil,
mematangkan sel telur dan menetaskan telur serta membuahi telur baik secara
sanggama alami atau dgn inseminasi (dr.yg memasukkan sperma suami dgn kateter
ke rahim istri) ataupun bayi tabung, tergantung kondisi suami istri.
Ada tiga tahapan, pertama dengan hubungan biasa 3 siklus, jika gagal
akan dilanjutkan dengan program inseminasi 3 siklus, jika gagal dapat istirahat
dulu atau bisa juga langsung program bayi tabung. Untuk tahap inseminasi dan bayi
tabung karena tidak melalui hubungan suami istri secara alami shg melanggar
prinsip unitif dan prokreatif suami istri Maka dr.bj tidak mau melakukannya. Krn anak
adalah anugrah bukan hasil produk suatu teknik. Anak bukan pertama-tama hak bagi suami istri, tapi
anugrah. Jika hak orang boleh menuntutnya, tetapi krn ini anugrah maka tidak
boleh menuntut hanya boleh memohon pada yg Kuasa.
pin Dr.Bj Club: 285A2085
www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar