Kamis, 16 Januari 2014

Topik 060 : Ketuban Pecah Dini (KPD)



"Doc, sy mau menunggu sampai ketuban pecah saja baru ke rumah sakit"
Mulainya persalinan bukan ditandai dgn ketuban pecah, ttp ditandainya dgn adanya kontraksi rahim yg teratur (his) disertai dgn mulai terbukanya jalan lahir. Kalau ketuban pecah duluan sebelum ada onset melahirkan disebut sebagai KPD, yg malah berbahaya utk janinnya.

Normalnya ketuban akan pecah kalau sudah masuk persalinan aktif, kalau sudah pecah sebelum aktif apalagi belum ada tanda mau persalianan dpt menimbulkan komplikasi infeksi, keluarnya tali pusat (prolaps) atau ketuban kering, shg persalinan bisa berbahaya dan harus diakhiri segera bahkan dgn operasi sesar.

Untuk pastikan ketuban bocor atau bukan lakukan test lakmus (nitrazin), warna merah jadi biru. Krn bisa saja ada air yg keluar ttp bukan ketuban (fistula)

KPD terjadi krn :
A.    lemahnya selaput ketuban (krn kolagen yg tipis), infeksi. Jg dpt terjadi juga pada mulut rahim yg lemah (inkompeten serviks), tekanan dlm rahim yg tinggi (pd hamil kembar, kembar air (hidramnion) atau pd lepasnya ari2 (solutio plasenta). Jg pd ibu kurang gizi (Cu, Zn, vit C dan perokok)
B.    hub sex (krn ada PGE2 pd sperma)
C.   Kelainan genetik (sind.Ehlers dhanlos)
D.   Trauma (periksa dalam/ benturan)

Kalau KPD terjadi pada kehamilan kurang dr 35 minggu (janin sejahtera, tdk ada infeksi, tdk PJT) maka akan dipertahankan dokter, tp kalau di atas 35 minggu, atau ada infeksi (IIU) atau gawat janin maka harus dilahirkan, dgn resiko bayi prematur. Lahir biasa atau seksio tergantung penilaian dokter saat itu.

Untuk mempertahankan kehamilan, maka perlu pemberian tokolitik (anti mules), antibiotik dan pematangan paru (plan B, jika gagal konservatif). Pd pasien resiko KPD maka harus diberikan suplemen vitamin yg memadai pengurangan beban rahim (mis: keluarkan air ketuban pd hidramnion) dan pencegahan infeksi serta menghindari ML. Serta diperlukan pemeriksaan kemungkinan serviks yg tdk kompeten.

Dr,BJ Education Club 285A2085

www.dokterbj.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar