JALAN YANG TAK DI PILIH
(Robert Frost)
Jalan manapun yang anda
pilih, anda tidak mungkin kembali lagi dan menjadi seorang berusia 18
tahun yang baru kuliah. Keputusan-keputusan yang kuambil dulu itulah
yang telah menjadikan siapa saya hari ini. Hidup ini adalah keputusan,
kecil maupun besar.
Dalam kehidupan ada saat-saat dimana kita harus
memilih, ya atau tidak, kiri atau kanan, jalan atau stop. Kita sadar
bahwa kita sedang berdiri di persimpangan jalan, dua jalan berpencar di
sebuah hutan kuning.
Kapal besar diarahkan oleh sebuah kemudi kecil,
hidup kita seringkali berubah arah karena keputusan-keputusan kecil
serta kejadian-kejadian di luar dugaan.
Hidupku ini adalah “romantika kehendak Allah”.
Bimbingan
Allah menuntut ketaatan kita, sekalipun tidak masuk akal bagi kita.
Seperti bangsa Israel keluar dari Mesir menuju yang disebut tanah
“kanaan”. Mereka berjalan 40 tahun lamanya, mengikuti awan pada siang
hari dan batang api pada malam hari, kalau awan bergerak maka merekapun
berangkat lagi, kalau awan berhenti merekapun mulai berkemah dan
bermalam. Kadang baru berhenti, kemah belum jadi awan sudah bergerak
lagi, kadang batang api/ awan berjalan terus padahal mereka sudah lelah,
kadang lama sekali awan / batang api itu tidak bergerak padahal mereka
sudah bosan di tempat yang lama. Itulah, terkadang Allah membuat kita
terus bergerak ketika kita memilih berhenti. Jika saya ingin mengikuti
Allah, maka kita harus bergerak bersamaNya. Awan itu bergerak ke Jambi,
aku harus ikut bergerak ke Jambi, awan itu bergerak ke Jakarta, maka sa
aikut bergerak ke Jakarta.
Maukah anda dekat dengan Allah dan
mengikuti kemanapun Ia membimbing anda? Mau ! Allah menyuruh berangkat
ke Jambi, maka saya akan berangkat (itu langkah I), langkah selanjutnya ?
langkah 1 tahun kemudian ? Allah akan membimbing kita selangkah demi
selangkah, bukan melihat 10 langkah ke depan
Ketika anda perlu
mengetahuinya, anda akan mengetahuinya. Jika Allah adalah Allah dan jika
anda berkomitmen untuk mengenalNya, dekat denganNya, dan melakukan
kehendakNya, maka tanggung jawab terakhir berada di pundakNya untuk
menjelaskan kehendakNya kepada anda.Jika jawabannya “ya”, yakinlah anda
bahwa Allah akan membimbing anda kemana persisnya Ia ingin anda menuju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar