- Ikan Kecil
‘Maaf, kawan,’ kata seekor ikan laut
kepada seekor ikan yang lain.’Anda lebih tua dan lebih berpengalaman daripada
saya. Dimanakah saya dapat menemukan laut? Saya sudah mencarinya di mana-mana,
tetapi sia-sia saja!’
‘Laut,’ kata ikan
yang lebih tua,’ adalah tempat engkau berenang sekarang ini.’
‘Ha? Ini hanya air
saja! Yang kucari adalah laut.’sangkal ikan yang muda.dengan perasaan sangat
kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain.
Ia datang menghadap
sang Guru dengan mengenakan jubah. Ia pun berbicara dalam bahasa
sannyasi:’Sudah bertahun-tahun lamanya aku mencari Tuhan. Telah kutinggalkan
rumahku dan telah kucari Dia dimanapun Dia berada. Kata orang, Di ada di
puncak-puncak gunung, di tengah-tengah padang gurun, dalam keheningan
biara-biara dan di dalam gubuk-gubuk kaum miskin.’
‘apakah engkau
telah menemukannNya?’ tanya sang Guru
, aku belum
menemukanNya.
‘Aku menipu diri,
aku pendusta, kalau aku menjawab ‘Ya’. Belum bapak sudah?’
Apa yang dikatakan
sang Guru kepadanya ?
Cahaya keemasan
matahari senja menembus celah-celah kamar. Ratusan burung gereja beterbangan
dari sebuah pohon beringin di luar sambil berkicau riang. Samar-samar terdengan
deru kendaraan di jalan raya. Seekor nyamuk berdengung dekat telinga, memberi
pertanda siap menggigit......Namun demikian orang itu masih tetap duduk tepekur
dan berkata, bahwa ia belum menemukan Tuhan dan masih mencari-carinya.
Sesudah menunggu
sejenak, iapun meninggalkan sang Guru dengan perasaan kecewa. Ia pergi
mencariNya ditempat lain.
Ikan kecil,
berhentilah mencari ! Tidak ada yang perlu dicari. Heninglah sebentar, bukalah
matamu dan lihatlah ! engkau tak mungkin lagi keliru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar