Hidup adl persinggahan,
dan ada saatnya tuk melanjutkan perjalanan. Paus Yohanes Paulus II yg sakit
kronis yg berkepanjangan bilang: I hope that He will help me to recognize how
long I must continue this service. I ask Him to recall me when He himself wants
to. Bbrp kali timbul "pertengkaran" keluarga dan bahkan jadi
permusuhan, krn adanya keluarga yg sakit berat. (Misalnya di icu) yg menderita
penyakit berat, penyakit kronis. Yg satu menghendaki pengobatan diteruskan
sampai sehabis2nya, yg satu merasa sudah cukup penderitaan sang sakit. Mk
timbullah kata2; "lebih sayang uang dari pada manusia". Bahkan sampai
keluarga menjadi "jatuh" miskin krnnya. Jk kematian sudah menjelang
mk BOLEH menolak melanjutkan pengobatan yg hanya bertujuan memperpanjang hidup
yg kritis dan membebani. Namun pengobatan yg wajar harus tetap diberikan (infus
cairan. Makanan dan oksigen dan obat2 wajar). Obat anti sakit diperbolehkan,
namun hindari pemberian obat anestesi yg membuat tdk sadar terus menerus, spy
jangan sampai meninggal dlm keadaan tdk sadar. Ia harus diberi kesempatan tuk
mempersiapkan kematiannya secara sadar (Ibid) Tidak memberikan apa yang luar
biasa (ventilator, alat pacu jantung) yg mempercepat kematian tdk sama dgn
euthanasia (tindakan dgn sengaja mempercepat kematian), melainkan suatu
penerimaan kondisi manusia yg memang tdk sempurna dlm menghadapi kematian.
(Deklarasi ttg euthanasia No.4) kita tdk boleh mengakhiri hidup sendiri maupun
orang lain yg penderitaannya tdk sanggup kita tanggung, yg harus dilakukan
adalah "menemani" dia dalam penderitaannya. Bersama-sama menerima
penderitaan yg tak terobati ini dgn rendah hati, penuh iman dan harapan serta
percaya akan Kasih dan Kuasa Sang Maha pencipta. Saran: buatlah surat wasiat untuk
kematian kita masing2, yg berisi kehendak dan harapan kita jika kita sakit
parah atau mati. Spy tdk timbul perang saudara.
dokterbj.blogspot.com/2013/11/surat-wasiat.html
Semoga bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 285A2085
Tidak ada komentar:
Posting Komentar