Setiap anak lahir merupakan pilihan. Anak adalah karunia, manusia sering
menyusahkan diri sendiri, yang berambut keriting mau diluruskan, yg lurus mau
dikeriting, yang kulit putih dijemur2 sampai hitam, yang hitam digosok2 supaya
putih. Demikian juga tentang anak, yg belum punya anak ingin punya anak, yang
punya anak perempuan pingin anak lelaki, dan sebaliknya. "Keinginan"
dapat digunakan sebagai motivasi, asal merupakan keinginan yang baik dan benar,
dan harus berpasrah dan bersyukur dengan apa yang didapat setelah berusaha dan
bedoa. Dikatakan bahwa sperma untuk anak laki (Y) lebih lambat geraknya jika
dibandingkan sperma untuk anak perempuan (X), sehingga jika dibiarkan berlomba
secara alami maka kebanyakan yg lahir adalah anak perempuan. Oleh karena itu,
untuk meningkatkan probabilitas anak laki2 maka suami harus menahan diri untuk
tidak mengeluarkan spermanya dimanapun selama 3 hari supaya jumlahnya banyak,
behubungan (ML) sedekat mungkin dgn masa subur dan berusaha mendekatkan sperma
sedekat mungkin dengan telur, yaitu saat ejakulasi penis harus didorong sedalam
mungkin ke dalam vagina. Posisi yg dianjurkan spy "dalam" adalah
posisi misionari (saling berhadapan dgn pria di atas) Untuk anak perempuan,
kebalikannya, sesering mungkin ML spy encer, sejauh mungkin dengan masa subur
dan sejauh mungkin menarik penis keluar dari liang V tetapi tentu jangan sampai
lepas dari sangkarnya.Kedua: dengan pemilihan sperma saat preparasi pada proses
inseminasi. Ketiga: bayi tabung Namun inseminasi dan bayi tabung menyalahi
prinsip perkawinan yg unitif dan prokreatif, dimana anak merupakan karunia dari
hubungan sexual antara suami istri dalam perkawinan, bukan karna hasil suatu
teknik. Jika keberhasilan hanya karna suatu teknik maka akan membuat manusia
menjadi "sombong" merasa bisa "menciptakan" manusia dan
menjadi atheis. Dan yang paling penting adalah "berdoa" jangan hanya
merem melek saat membuatnya.
Semoga bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 26E5C142
www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar