Selasa, 08 April 2014

Topik 014 rev Apr’14: Anak Laki atau Perempuan.


Setiap anak lahir merupakan pilihan. Anak adalah karunia, manusia sering menyusahkan diri sendiri, yang berambut keriting mau diluruskan, yg lurus mau dikeriting, yang kulit putih dijemur2 sampai hitam, yang hitam digosok2 supaya putih. Demikian juga tentang anak, yg belum punya anak ingin punya anak, yang punya anak perempuan pingin anak lelaki, dan sebaliknya. "Keinginan" dapat digunakan sebagai motivasi, asal merupakan keinginan yang baik dan benar, dan harus berpasrah dan bersyukur dengan apa yang didapat setelah berusaha dan bedoa. Dikatakan bahwa sperma untuk anak laki (Y) lebih lambat geraknya jika dibandingkan sperma untuk anak perempuan (X), sehingga jika dibiarkan berlomba secara alami maka kebanyakan yg lahir adalah anak perempuan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan probabilitas anak laki2 maka suami harus menahan diri untuk tidak mengeluarkan spermanya dimanapun selama 3 hari supaya jumlahnya banyak, behubungan (ML) sedekat mungkin dgn masa subur dan berusaha mendekatkan sperma sedekat mungkin dengan telur, yaitu saat ejakulasi penis harus didorong sedalam mungkin ke dalam vagina. Posisi yg dianjurkan spy "dalam" adalah posisi misionari (saling berhadapan dgn pria di atas) Untuk anak perempuan, kebalikannya, sesering mungkin ML spy encer, sejauh mungkin dengan masa subur dan sejauh mungkin menarik penis keluar dari liang V tetapi tentu jangan sampai lepas dari sangkarnya.Kedua: dengan pemilihan sperma saat preparasi pada proses inseminasi. Ketiga: bayi tabung Namun inseminasi dan bayi tabung menyalahi prinsip perkawinan yg unitif dan prokreatif, dimana anak merupakan karunia dari hubungan sexual antara suami istri dalam perkawinan, bukan karna hasil suatu teknik. Jika keberhasilan hanya karna suatu teknik maka akan membuat manusia menjadi "sombong" merasa bisa "menciptakan" manusia dan menjadi atheis. Dan yang paling penting adalah "berdoa" jangan hanya merem melek saat membuatnya.

Semoga bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 26E5C142

www.dokterbj.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar