Minggu, 13 April 2014

Topik 015 (rev Apr,14): kenapa Keguguran? (Abortus)



Tandanya ; perdarahan dr spotting hg banyak, kram perut, nyeri perut,demam, sakit pinggang. Jk ada tanda2 itu pd hamil muda segera ke dokter. 60% abortus disebabkan kelainan kromosom bisa dr istri/ suami. Shg jk abortus berulang mk suami istri dianjurkan cek kromosom. Mk bg yg mau hamil 3 bulan sebelumnya sudah harus makan as.folat dan teman2nya. Penyebab lainnya : infeksi (keputihan,gigi berlubang, infeksi saluran kencing), tempat kerja yg berhubungan dgn radiasi atau zat beracun (pabrik cat,tinner,kimia), masalah hormonal, kelainan rahim, rokok, alkohol, penyakit berat pd ibu, kelainan janin, kencing manis, kurang gizi atau krn pemaikan obat muka spt yg mengandung isotretinoin (sejenis vit.A), masalah kekentalan darah (aca) dan benturan (spt urut rahim pd saat hamil), serta makan makanan atau obat sembarangan. ACA (anticardiolipin antibodi) : hasil lab ACA normal artinya kadar IgG maksimal 23 ug/ml, IgM dan IgA dibawah 11 ug/ml. Hasil abnormal artinya kadar ACA lebih tinggi dari kadar normal. Kadang ACA sedikit meningkat jika kita demam atau flu. Level diantara 25-70 ug/ml "mungkin" dpt menyebabkan sulit hamil, janin kecil/abortus/ kematian bayi. Jd kalau ibu mengalami abortus berulang (ab habitulis) dgn ACA tinggi mk perlu diobati dgn heparin atau aspirin.spy darahnya lebih encer dan suplai makanan cukup ke janin. Ttp hati2 ada bahaya perdarahan otak janin krn heparin/lovenox/ascardia. ACA boleh lahir normal dgn lahir normal perdarahan lebih sedikit. Resiko Abortus masih dpt terjd hingga kehamilan 20 mgg, krn ari2 baru sempurna fungsinya pd hamil 20 mgg. Jd kalau rahim lemah, mk perlu hati2 pd ibu yg resiko abortus, dgn istirahat cukup, vitamin, jangan ML dulu (krn cairan sperma mengandung prostaglandin yg dpt membuat rahim mules) dan penguat rahim if perlu. Riwayat abortus 1x mk resiko abortus 40%, jk mengalami abortus 2x, mk resiko abortus ke-3 menjd 70-80% (BK)

Semoga bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 26E5C142

Tidak ada komentar:

Posting Komentar