Kamis, 06 Juni 2013

Janin Sungsang Apakah Karena Kurang Gerak?



Janin Sungsang Apakah Karena Kurang Gerak?

Tanya: Dokter, saya sedang mengandung anak pertama dengan usia kandungan 9 bulan dan diperkirakan akan lahir tidak lama lagi. Posisi saya bekerja di belakang meja sebagai customer service yang mengharuskan saya terus duduk selama bekerja. Dan ketika saya memeriksa terakhir posisi janin saya malah sungsang. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan posisi bayi menjadi sungsang padahal sebelumnya posisinya tidak sungsang? Bagaimana mengatasi bayi sungsang ya Dok, apakah bisa diputar oleh dukun pijat? Reghina Utami, Lampung.

Jawab: Ibu Reghina, hingga saat ini penyebab posisi sungsang pada bayi tidak diketahui. Secara alamiah bentuk bokong bayi lebih besar dari pada kepala di dalam rahim. Bentuk rahim yang mirip buah alpukat ini secara alamiah membuat bagian atas rahim menjadi lebih luas dari pada bagian bawahnya. Nah, bokong bayi yang proporsinya lebih besar akan menempati bagian atas rahim dan kepala menempati bagian bawah. Namun ada hal-hal tertentu yang membuat proporsi posisi bayi menjadi berubah atau sungsang, antara lain; hydrocephalus, kehamilan kembar, karena ada miom (tumor) di jalan lahir, jalan lahir tertutup plasenta atau bisa juga akibat seorang Ibu banyak melahirkan mengakibatkan rahim menjadi kendur. Ketika hal ini terjadi disaat menjelang persalinan, tidak disarankan untuk diputar oleh dukun pijat. Karena tidak bisa termonitor dengan baik posisi si bayi, justru dikhawatirkan malah akan menyebabkan hal-hal yang merugikan bagi Ibu dan si bayi seperti kematian akibat terlilitnya tali pusat.

Posisi Sungsang
Posisi sungsang adalah posisi bokong berada di bawah. Sungsang biasanya terjadi pada kehamilan masih muda (di bawah trimester ketiga), dimana bayi masih kecil, ruang masih luas dan bayi masih bisa berputar dengan bebas.

Memasuki Trimester Tiga
Pada trimester tiga bayi mulai mengambil posisi lahir. Memang secara alamiah bokong bayi lebih besar dari pada kepala bayi dengan dua pahanya, maka proporsinya maka bokong akan mencari lahan yang lebih luas. Dengan bentuk rahim seperti alpukat maka rahim bagian atas lebih lebar tentu bokong mencari tempat lebih luas yaitu rahim atas. Maka bokong di atas dan kepala di bawah.

Proporsi Posisi Bayi Berubah Jika?
Jika janin mengalami kelainan seperti hydrocephalus (pembesaran pada bagian kepala) maka kepala yang besar mencari tempat yang lebih luas, sehingga kepala menjadi di atas dan bokong di bawah yaitu posisi menjadi sungsang. Hal ini juga bisa terjadi pada kehamilan kembar (gemeli). Bisa saja salah satu posisi bayi bokong di atas kepala di bawah dan satu bayinya lagi kepala di atas bokong di bawah seperti angka 69. Selain itu bisa saja posisinya berubah karena adanya miom di jalan lahir bagian bawah maka kepala tidak bisa turun. Atau jalan lahir di bawah tertutup oleh plasenta, jika ini terjadi maka kepala yang keras tidak bisa masuk ke jalan lahir. Sehingga kepala mengolak ke tempat lain jadi janin berputar dan sungsang. Sungsang juga bisa terjadi karena BuMil banyak melahirkan sehingga rahim menjadi kendur. Sehingga tidak mampu menahan posisi janin pada postur seharusnya.

Reposisi Sungsang pada Bayi
Semua BuMil dapat saja mengalami hal ini Moms dan tidak ada hubungannya dengan aktifitas si Ibu. Sehingga tidak benar bayi sungsang karena Ibunya kurang bergerak, karena kurang minum, makan atau karena faktor psikologis tertentu. Sungsang dapat direposisikan lho Moms. Reposisi alami dan reposisi buatan. Namun harus dilakukan oleh dokter kandungan dengan monitoring yang baik. Reposisi secara alami yaitu dengan cara BuMil sujud maka rahim akan terbalik dengan posisi dada menyentuh matras. Bayi akan secara alami mengambil posisi berbalik, dengan catatan jika masih ada tempat yang cukup untuk bayi berputar di dalam rahim. Jika posisi sudah baik (kepala di bawah dan bokong di atas) disarankan agar BuMil jangan terlalu sering berposisi sujud, karena bisa saja merubah posisi bayi yang normal menjadi sungsang. Reposisi Buatan dalam medis adalah diobservasi terlebih dahulu lalu diputar dengan tangan dengan terus dipantau kondisinya melalui alat USG dan CTG (perekan jantung bayi). Jika setelah dilakukan reposisi buatan ternyata bayi malah stres maka posisinya harus dikembalikan seperti semula lagi Moms.

Hindari Asal Pijat
Ketika Moms telah mengetahui posisi bayi yang sungsang, maka hindari memijatnya secara sembarang. Posisi bayi yang sungsang harus diketahui penyebabnya dengan diobservasi oleh dokter kandungan. Jadi, bukan hanya sembarang memutarnya. Salah-salah malah jadi berbahaya lho Moms. Misalnya ada lilitan tali pusat, karena jika diputar akan menjerat bayi lebih erat dan akibatnya bisa mengakibatkan bayi meninggal di dalam rahim. Begitu juga dengan adanya darah tinggi jika diputar dalam kondisi ini maka ari-ari dapat copot dan ini berbahaya bagi Ibu dan janin karena bisa menghilangkan nyawa keduanya. Jika asal diputar dan ada bekas operasi (sectio atau angkat miom) maka rahim bisa robek dan ini berbahaya. Penting untuk mengetahui sebelum dan sesudah diputar harus diobservasi dengan alat perekam jantung bayi apakah kondisi bayi stres ataukah tidak. Jika dibiarkan bayi dalam kondisi stres dapat mematikan bayi.

Cesar Bila?
Pada dugaan suspect (macet) pada kondisi sungsang tidak boleh dicoba untuk dilahirkan normal karena berbahaya bagi bayi. Hal ini disebut dengan Feto Pelvic Disproporsi (FPD) bayi dengan rongga panggul tidak proporsional maka tidak boleh dilahirkan secara normal, karena kepala akan menyangkut tidak bisa lahir keluar sedangkan badan yang dapat lahir. Batasan besar bayi juga memengaruhi 3.5 kg juga dapat diduga macet (suspect) melahirkan, juga hindari melahirkan normal. Kecuali dugaan macet pada bayi dengan posisi kepala di bawah atau CPD (Cepalo Pelvic Disproportion) kepala dengan rongga panggul yang tidak proporsional, untuk CPD boleh dicoba melahirkan secara normal.

Konsultan: dr. Budiman Japar, SpOG.
Rumah Sakit Royal Taruma
Jl. Daan Mogot No. 34
Jakarta Barat 11470
Telp. (021) 5695.8338

5 komentar:

  1. Dok kalau usia kehamilan 30 minggu apa mungkin masih bisa di putar. Soal nya kepala nya berada di atas..

    BalasHapus
  2. Masih bisa, lakukan senam knee chest position. Spt orang sujud, dengan Dada menempel matras.

    BalasHapus
  3. Masih bisa, lakukan senam knee chest position. Spt orang sujud, dengan Dada menempel matras.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Uk saya sudah 39 minggu ..
    Tpi posisi byi msih lintang jika posisi telentang .. jika berbaring ke kiri posisi sungsang .. berat janin terakhir 3.027 grm .. dan tinggi bdan saya 150 cm .. apa ada kemungkinan bisa lahir normal ?

    BalasHapus