Kamis, 06 Juni 2013

Kapan Bumil Harus Bedrest




Teks: Yatin Suleha

Mendengar kata “bedrest” bagi seorang BuMil mungkin momok yang menakutkan. Terbayang akan sangat bosan menjalaninya, serta bertanya-tanya tentang kondisi bayi dalam kandungan. “Apakah benar dengan bedrest ini kehamilan bisa berjalan sesuai harapan lagi?” Pertanyaan di dalam benak BuMil.. Jangan khawatir ya Moms karena ternyata ada dua jenis bedrest yang bisa Moms kenali. Meski cemas menjalaninya, namun tentu saja tujuannya pasti baik kok Moms. Yuk, kenali lebih jauh tentang bedrest.

Dua Macam Bedrest
Ada dua macam bedrest dalam medis ya Moms, yaitu bedrest total dan bedrest partial. Bedrest total adalah total semua kegiatan termasuk buang air kecil dan besar harus di atas tempat tidur dan tidak boleh beraktifitas. Sedangkan bedrest partial adalah hanya mengurangi aktifitas yang berat dan aktifitas ringan masih boleh dilakukan.

Do And Don’t Dalam Bedrest
Pada bedrest total semua aktifitas harus dilakukan di atas ranjang. So, Moms semua aktifitas yang bisa dilakukan atau do di atas ranjang bisa dilakukan seperti;
  • Membaca.
  • Menonton tv.
  • Menonton film.
  • Main games.
  • Duduk.
  • Buang air kecil.
  • Buang air besar.
  • Tidur miring kiri atau kanan.
Sedangkan yang tidak boleh dilakukan atau don’t antara lain:  
  • Bangun.
  • Berjalan.
  • Beranjak dari atas ranjang.

Pada bedrest partial antara lain yang bisa dilakukan atau do, antara lain:
  • Turun dari ranjang.
  • Aktifitas rumahan ringan yang sifatnya pribadi masih boleh dilakukan mandi, buang air kecil atau besar.

Yang tidak boleh dilakukan atau don’t saat bedrest partial antara lain:
  • Menyapu.
  • Cuci piring.
  • Cuci baju.
  • Olahraga ringan.

Kategori BuMil Bedrest
Bedrest partial atau total diperlukan tergantung pada berat atau ringannya suatu keadaan BuMil tersebut ya Moms. Jika BuMil mengalami gangguan berat maka diperlukan bedrest total, jika hanya ringan saja maka diperlukan bedrest partial. Yang dimaksudkan dengan gangguan berat dan memerlukan bedrest total antara lain adalah:
  • Gangguan perdarahan.
  • Hipertensi yang berat.
  • Pecah ketuban.
  • Ibu dengan gangguan pernapasan atau sesak nafas. Hal ini juga termasuk pada sesak napas pada paru-paru, maupun jantung.
  • Morning sickness yang menyebabkan gangguan berat pada BuMil  juga termasuk dalam bedrest total.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan gangguan ringan dan hanya memerlukan bedrest partial antara lain adalah:
  • Kontraksi ringan.
  • Hanya flek sedikit.
  • Riwayat ketuban pecah namun sudah tidak mengalir lagi.
  • Hipertensi ringan.
  • Kehamilan ganda yang berhubungan dengan kontraksi.
  • Morning sickness yang belum menganggu stamina si Ibu seperti menimbulkan pusing-pusing dan lainnya.

Manfaat Bedrest?
Pastinya Moms bertanya, apa sih manfaat bedrest untuk Ibu hamil? Memang seberapa penting bedrest dilakukan pada BuMil yang mengalami masalah dalam kehamilannya? Well, perlu Moms ketahui bahwa bedrest sangat bermanfaat karena tujuan utamanya adalah mengurangi oksigen yang terpakai oleh Ibu sehingga dapat ditingkatkan peruntukannya kepada bayi. Tujuan utama bedrest adalah mengurangi metabolisme pada tubuh Ibu hamil, sehingga oksigen yang terpakai lebih sedikit dan oksigen yang tersalurkan untuk bayi akan lebih banyak. Karena berkurangnya oksigen pada rahim yang juga menyebabkan berkurannya oksigen pada bayi bisa menimbulkan kontraksi pada rahim. Karena kontraksi bisa menimbulkan perdarahan. Berkurangnya oksigen bisa menyebabkan perkembangan bayi berkurang (pertumbuhan bayi terhambat). Dengan berkurangnya oksigen selain bisa berakibat pada bayi juga bisa pada sang Ibu, yaitu dapat membuat Ibu sesak.

Moms Jangan “Bandel” Ketika Bedrest
Walau terdengar menyeramkan, bedrest sebaiknya tetap Moms lakukan ya. Jika Moms “membandel” maka bisa jadi keluhan BuMil akan bertambah dan akan berakibat pertumbuhan bayi terhambat hingga bisa juga menyebabkan lahirnya bayi lebih awal (prematur) atau bisa juga menimbulkan perdarahan yang membahayakan kondisi Ibu serta janinnya.

Tip Saat BuMil Harus Bedrest
Ketika mendengar kata leha-leha di atas kasur setelah seharian bekerja keras pastinya menyenangkan ya Moms. Namun, ketika membayangkan di atas tempat tidur dalam waktu yang lama dan melakukan semua aktifitas di atas kasur, hm pastinya sudah membosankan ya. Well, Moms bisa kok melakukan beberapa tip berikut ini.
  • Jika BuMil telah ditetapkan untuk bedrest, baik partial atau total maka BuMil sebaiknya harus memiliki motivasi ya. Karena hal tersebut dilakukan adalah demi sang janin atau anak.
  • Berusaha mencari aktifitas yang dapat membunuh kebosanan.
  • Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter.
  • Jika masih ada yang kurang jelas dalam hal bedrest sebaiknya Moms hubungi dokter yang bersangkutan ya.

Berapa Lama Bedrest Dilakukan?
Berapa lama bedrest dilakukan pada BuMil? Eits, jangan salah sangka dulu ya Moms tak akan lama kok. Bedrest dilakukan tergantung pada ringan atau beratnya gangguan karena hanya berkisar antara dua sampai tiga hari saja kok Moms. Pada BuMil yang menjalani bedrest partial, jika BuMil hanya mengalami kontraksi, perdarahan, keluarnya air ketuban sudah dua kali 24 jam sudah tidak ada keluhan lagi, seperti tidak ada kontraksi lagi dan sudah tidak keluar darah atau ketuban lagi, maka sudah boleh berakfitas. Dan jika sudah dua kali 24 jam lagi sudah tidak ada keluhan apa pun, maka sudah boleh bebas melakukan dan maka sudah boleh bebas beraktifitas seperti biasa lagi.

Waspada Pada BuMil Dengan Riwayat Keguguran Berulang
Pada BuMil yang pernah mengalami atau memiliki riwayat keguguran berulang atau pernah melahirkan janin prematur berulang karena lemahnya mulut rahim, maka sebaiknya memberitahukan pada dokter kandungan dan dokter akan bedrestkan sang Ibu. Atau jika pun tidak berulang misalnya BuMil saat hamil sekarang ini memiliki gejala-gejala gangguan kesehatan seperti perdarahan, darah tinggi, sesak napas, muntah-muntah sangat berat, atau perut mulas, maka Ibu hamil tersebut harus bedrest ya Moms. Jadi keputusan bedrest dilakukan oleh dokter karena dua hal, yaitu karena dulu pernah punya riwayat dan kondisi Ibu hamil sekarang sedang mengalami gangguan. Namun sebaiknya bedrest tidak Moms lakukan atas dasar inisiatif sendiri ya Moms, karena jika tidak dibutuhkan Moms tidak perlu melakukannya lho. Namun pada kehamilan trimester ketiga saat sembilan bulan ketika Moms sudah sering merasa lelah, maka istirahat diperlukan juga pengurangan aktifitas, apakah aktifitas rutin yang harus dikurangi, sampai partial atau sampai total. Tergantung berat atau ringannya keluhan yang  Moms rasakan. Namun jika dalam kehamilan trimester ketiga tidak merasa ada keluhan apa pun, maka tidak perlu melakukan bedrest ya Moms.

  • Konsultan: dr. Budiman Japar, SpOG.
                 Rumah Sakit Royal Taruma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar