Rabu, 05 Juni 2013

KENCING MANIS DALAM KEHAMILAN (DMG)



DIABETES   MELITUS  GESTASIONAL
(DMG)
Dr.Budiman Japar,SpOG

 DEFINISI
Intoleransi glukosa yang timbul pertama kali dalam kehamilan.

PATOFISOLOGI
Kehamilan menyebabkan terjadinya resistensi insulin, karena terjadi peningkatan estrogen, progesteron, prolaktin dan human placental laktogen (HPL) serta kortisol yang semuanya menurunkan aktifitas reseptor insulin, yang terjadi setelah plasenta lengkap terbentuk, yaitu pada trimester kedua atau awal trimester ketiga.. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi insulin untuk mempertahankan keadaan euglikemia, sampai batas maksimal hingga timbul intoleransi glukosa dan DMG. .Glukosa dapat ditransfer lewat sawar plasenta, sehingga hiperglikemia ibu dapat menyebabkan hiperglikemia janin, dengan demikian akan merangsang sel b pankreas fetus untuk mensekresi insulin yg akan menyebabkan pertumbuhan cadangan lemak, tulang dan hampir semua organ. Fetus akan memetabolisme glukosa yang berlebihan menjadi lemak (adipositas) yg umumnya terjadi di badan , sehingga janin makrosomia, dengan resiko distosia bahu pada persalinan pervaginam (llihat gambar 1).

KOMPLIKASI

Komplikasi utama adalah makrosomia dan hipoglikemia neonatus, terjadi segera setelah kelahiran atau setelah 24 jam dan dapat menetap selama 48 jam, karena kadar insulin neonatus tetap tinggi sementara kadar glukosa darahnya tidak dipengaruhi oleh ibu lagi. Faktor utama penentu makrosomia adalah berat badan ibu, peningkatan berat badan ibu, paritas, umur gestasional dan kadar glukosa ibu. Hiperglikemia bukanlah satu-satunya faktor penyebab makrosomia, tetapi hanya hiperglikemia yang dapat dikendalikan untuk mengurangi morbiditas karena makrosomia. Komplikasi perinatal lainnya adalah hiperbilirubinemia, hiperkalsemia, polisitemia dan sindrom gawat nafas. (Lihat gambar 2 dan 3)
            Komplikasi yang mungkin timbul pada ibu selama hamil adalah hiperglikemia, ketoasidosis, infeksi dan pregnancy induce hypertensi.
           

OBYEKTIF

Diagnosis menurut PERKEMI, modifikasi dari cara WHO

Glukosa Plasma  (mg/dl)
Vena

Puasa

2 jam*

Normal

<100
<140

Diabetes Mellitus

³140
³200

TGT

100 – 139
140 – 199
*sesudah beban glukosa 75 gram

TATALAKSANA

·        Untuk wanita hamil yang tergolong  toleransi glukosa terganggu (TGT) diobati sebagai diabetes melitus (DM).
·        TARGET TERAPI untuk mencegah makrosomia, target gula darah puasa adalah £ 95 mg/dl, 1 jam £ 140 mg/dl, 2 jam £120 mg/dl.
·        DIET. Kalori terendah 25 kkal/BB ideal (menyebabkan sedikit ketonuria), dengan karbohidrat 35-45 % dari total kalori,  protein 20-25 %, lemak 35-40 %. Untuk wanita obese (indeks massa tubuh >29 kg/ m2) peningkatan berat badan maksimal 7 kg, untuk wanita kurus (indeks massa tubuh <19,8 kg/m2) boleh sampai 18 kg. (lihat gambar 5 dan 6)
·        OBSTETRI. (Lihat gambar 7)
·        POST PARTUM (Lihat gambar 8)

SKRINING

The American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan penapisan pertama pada antenatal pertama. Khusus untuk resiko tinggi seperti obesitas, DM pada keluarga, riwayat intoleransi glukosa, riwayat makrosomia dan glukosuria dianjurkan untuk cek seawal mungkin, jika negatif diulang pada usia 26 – 32 minggu. Untuk resiko rendah cek pada kehamilan 26 – 32 minggu.
            Untuk tes dua tahap dapat dilakukan OGCT (Oral Glucose Challenge Test) 50 gram beban glukosa, cek kadar gula darah 1 jam kemudian yang diikuti tahap kedua yaitu TTGO jika kadar gula OGCT ³130 mg/dl. (lihat gambar 4)
            TTGO yang dianjurkan adalah beban glukosa 100 gram, cek gula darah 3 jam berturut-turut (modifikasi O’Sullivan-Mahan). Diperlukan 2 atau lebih nilai di atas normal untuk membuat diagnosis DMG.

                                                Tabel TTGO dengan beban 100 mg
TTGO 100 mg
mg/dl
Puasa
95
1 jam
180
2 jam
155
3 jam
140

Tidak ada komentar:

Posting Komentar