DIABETES MELITUS
GESTASIONAL
(DMG)
Dr.Budiman Japar,SpOG
DEFINISI
Intoleransi glukosa yang timbul pertama kali dalam
kehamilan.
PATOFISOLOGI
Kehamilan menyebabkan terjadinya resistensi insulin,
karena terjadi peningkatan estrogen, progesteron, prolaktin dan human placental laktogen (HPL) serta
kortisol yang semuanya menurunkan aktifitas reseptor insulin, yang terjadi
setelah plasenta lengkap terbentuk, yaitu pada trimester kedua atau awal
trimester ketiga.. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi insulin untuk
mempertahankan keadaan euglikemia, sampai batas maksimal hingga timbul
intoleransi glukosa dan DMG. .Glukosa dapat ditransfer lewat sawar plasenta,
sehingga hiperglikemia ibu dapat menyebabkan hiperglikemia janin, dengan
demikian akan merangsang sel b pankreas fetus untuk mensekresi insulin yg akan
menyebabkan pertumbuhan cadangan lemak, tulang dan hampir semua organ. Fetus
akan memetabolisme glukosa yang berlebihan menjadi lemak (adipositas) yg
umumnya terjadi di badan , sehingga janin makrosomia, dengan resiko distosia
bahu pada persalinan pervaginam (llihat gambar 1).
KOMPLIKASI
Komplikasi
utama adalah makrosomia dan hipoglikemia neonatus, terjadi segera setelah
kelahiran atau setelah 24 jam dan dapat menetap selama 48 jam, karena kadar
insulin neonatus tetap tinggi sementara kadar glukosa darahnya tidak
dipengaruhi oleh ibu lagi. Faktor utama penentu makrosomia adalah berat badan
ibu, peningkatan berat badan ibu, paritas, umur gestasional dan kadar glukosa
ibu. Hiperglikemia bukanlah satu-satunya faktor penyebab makrosomia, tetapi
hanya hiperglikemia yang dapat dikendalikan untuk mengurangi morbiditas karena
makrosomia. Komplikasi perinatal lainnya adalah hiperbilirubinemia,
hiperkalsemia, polisitemia dan sindrom gawat nafas. (Lihat gambar 2 dan 3)
Komplikasi yang mungkin timbul pada
ibu selama hamil adalah hiperglikemia, ketoasidosis, infeksi dan pregnancy induce hypertensi.
OBYEKTIF
Diagnosis menurut PERKEMI, modifikasi dari cara WHO
|
|
Glukosa Plasma (mg/dl)
|
Vena
|
|
|
Puasa |
2 jam*
|
Normal |
<100
|
<140
|
Diabetes Mellitus |
³140
|
³200
|
TGT |
100 – 139
|
140 – 199
|
*sesudah beban glukosa 75 gram
TATALAKSANA
·
Untuk wanita hamil yang tergolong toleransi glukosa terganggu (TGT) diobati
sebagai diabetes melitus (DM).
·
TARGET
TERAPI untuk mencegah makrosomia, target gula darah puasa adalah £ 95
mg/dl, 1 jam £
140 mg/dl, 2 jam £120
mg/dl.
·
DIET.
Kalori terendah 25 kkal/BB ideal (menyebabkan sedikit ketonuria), dengan
karbohidrat 35-45 % dari total kalori,
protein 20-25 %, lemak 35-40 %. Untuk wanita obese (indeks massa
tubuh >29 kg/ m2) peningkatan berat badan maksimal 7 kg, untuk
wanita kurus (indeks massa tubuh
<19,8 kg/m2) boleh sampai 18 kg. (lihat gambar 5 dan 6)
·
OBSTETRI.
(Lihat gambar 7)
·
POST
PARTUM (Lihat gambar 8)
SKRINING
The American Diabetes Association (ADA)
merekomendasikan penapisan pertama pada antenatal pertama. Khusus untuk resiko
tinggi seperti obesitas, DM pada keluarga, riwayat intoleransi glukosa, riwayat
makrosomia dan glukosuria dianjurkan untuk cek seawal mungkin, jika negatif
diulang pada usia 26 – 32 minggu. Untuk resiko rendah cek pada kehamilan 26 –
32 minggu.
Untuk tes dua tahap dapat dilakukan
OGCT (Oral Glucose Challenge Test) 50
gram beban glukosa, cek kadar gula darah 1 jam kemudian yang diikuti tahap
kedua yaitu TTGO jika kadar gula OGCT ³130 mg/dl. (lihat gambar
4)
TTGO yang dianjurkan adalah beban
glukosa 100 gram, cek gula darah 3 jam berturut-turut (modifikasi
O’Sullivan-Mahan). Diperlukan 2 atau lebih nilai di atas normal untuk membuat
diagnosis DMG.
Tabel
TTGO dengan beban 100 mg
|
TTGO 100 mg
|
mg/dl
|
|
Puasa
|
95
|
|
1 jam
|
180
|
|
2 jam
|
155
|
|
3 jam
|
140
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar