Teks: Yatin Suleha
Bagaimana cara
BuMil mengetahui apakah sakit yang dirasakan itu merupakan hal yang perlu
penanganan segera ataukah tidak? Kondisi BuMil memang perlu perhatian ekstra ya Moms. Lalu apa saja yang termasuk kondisi
yang harus Moms perhatikan? Well, simak yuk Moms penjelasan dari dokter Budiman Japar, SpOG berikut ini.
Kondisi BuMil Yang Perlu Penanganan Segera
Ada 4 hal secara garis besar yang perlu BuMil
perhatikan untuk ditangani medis segera, antara lain:
- Timbul mulas yang teratur, periodik dan sifatnya progresif. Mulas yang BuMil rasakan adalah mulas yang muncul dan hilang secara terus menerus secara teratur misalnya 55 menit, turun menjadi 44 menit kemudian 30 menit dan seterusnya semakin cepat dan semakin progresif semakin kuat semakin cepat maka BuMil harus segera ke rumah sakit terdekat.
- Keluar air yang banyak hingga mencapai pakaian luar yang basah. (jika hanya pakaian dalam saja yang basah artinya belum dalam kondisi darurat).
- Keluar darah.
- Gerak bayi yang berkurang. Kira-kira bayi bergerak 7-10 kali dalam 24 jam (kurang lebih 3 jam sekali). Jika BuMil merasakan biasanya bayi bergerak namun tiba-tiba kurang atau tidak bergerak sama sekali sebaiknya harus segera ke rumah sakit untuk dievaluasi kehamilannya.
Yang Biasa Terjadi Pada
Kondisi BuMil
Trimester Satu
Perdarahan. Alasannya karena bayi masih baru dan belum kuat. Bayi baru kuat
ditunjang oleh ari-arinya kalau sudah 16 minggu (4 bulan). Pada usia 16 minggu
besar ari-ari sudah maksimal walau belum optimal fungsinya, karena fungsinya
baru optimal jika sudah berusia 20 minggu. Diantara usia 0-20 minggu ini Moms jika rahim tidak kuat, maka bisa
terjadi perdarahan atau yang biasa disebut dengan abortus. Dengan
tahapan-tahapan abortusnya serta macam-macam abortusnya, dari mulai ancaman abortus, abortus incomplete
sampai abortus complete. Perdarahan
juga termasuk kasus yang paling sering terjadi, so Moms mulai bisa aware ya.
Trimester Dua
Kontraksi. Pada usia trimester kedua kehamilan sudah mulai membesar. Semakin
besar rahim maka semakin sensitif terhadap kontraksi. Lebih mudah untuk mulas
dan mulai timbul ditrimester dua dan tiga. Karena semakin besar kehamilan maka
rahim semakin membutuhkan banyak oksigen, jika suplainya kurang atau terjadi
infeksi maka timbul kontraksi hingga bisa lahir prematur. Jika mulas dibiarkan
terus akhirnya bisa lahir prematur.
Trimester Tiga
Perdarahan, kontraksi, pecah ketuban serta tendangan bayi yang berkurang. Dan yang paling
sering terjadi adalah pada BuMil di trimester ketiga. Pada trimester ketiga ini
perdarahan yang terjadi berbeda dengan perdarahan pada trimester satu. Pada
trimester ketiga, perdarahan bisa terjadi karena letak plasenta yang abnormal mulai ada pembukaan rahimnya. Jika plasentanya
terletak tidak normal misalnya di bawah, terbuka mulut rahim maka terjadi
perdarahan. Banyak atau tidaknya perdarahan tergantung besarnya pembukaan.
Semakin besarnya bayi maka tekanan di dalam rahim itu (tekanan air ketuban itu)
semakin tinggi. Jika misalnya balon ketuban ada luka maka bisa pecah karena
tekanan air ketuban karena bayi besar maka air ketuban bisa pecah. Pada
trimester ini juga bisa Moms lihat
pergerakan bayi yang berkurang. Jika suplai oksigen bayi berkurang karena sang
Ibu kurang darah (anemia), kurang minum, atau ada masalah dengan ari-arinya,
pengapuran atau tali pusatnya yang tidak baik, atau bayi terlilit tali pusat
maka bisa membuat suplai oksigen ke bayinya berkurang sehingga pada awalnya
bayi seperti orang yang tercekek yaitu bayi bergerak cepat lebih cepat dari
biasanya namun semakin lama semakin lambat. Proses dari pergerakan yang lebih
cepat dari biasanya dan semakin melambat ini harus bisa dirasakan oleh Ibu,
jika tidak maka bayi bisa meninggal di dalam karena terlambat menolongnya.
Kontraksi juga termasuk kasus yang paling sering terjadi ya Moms, so Moms mulai bisa aware
ya.
Membuat BuMil Panik
Hampir semua kondisi ditiap trimester bisa membuat BuMil panik, namun yang
paling membuat BuMil panik adalah pecah ketuban dan perdarahan. Dan yang paling
tidak membuat panik adalah pergerakan bayi karena biasanya BuMil jarang memperhatikan gerak bayi dalam kandungan. So, BuMil sebaiknya mulai konsen ya untuk memperhatikan
berapa banyak gerakan dan keaktifan si kecil di dalam kandungan.
Harus Segera Ke Rumah
Sakit Jika?
Jika BuMil mengalami perdarahan tanpa harus menunggu lama lagi harus segera
ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis. Mengapa Moms? Hal ini karena mengancam dua pihak, yaitu Moms sendiri serta bayinya. Jika kontraksi
dan ketuban pecah hanya mengancam sang bayi saja, namun untuk perdarahan dapat
mengancam Ibu serta bayinya. BuMil juga harus mampu membedakan spotting
(jumlah darah yang berupa titik-titik kecil) dengan perdarahan yang lebih banyak ya.
Karena spotting itu jumlah darah yang
keluar sedikit berupa spot kecil dan
bukan bleeding (perdarahan). Namun
BuMil juga mesti waspada dengan spotting
yang semakin lama semakin banyak ya,
jika ini terjadi juga cukup berbahaya ya
Moms. Spotting yang hanya terjadi sebentar lalu menghilang artinya recovery bisa kemungkinan tidak
berbahaya ya Moms. Walau tidak
berbahaya namun sebaiknya harus tetap pergi ke rumah sakit ya Moms untuk dievaluasi.
Kenali Tanda Hartman
Tanda hartman adalah tanda (spot darah) yang timbul karena bayi
tertanam di dalam rahim lalu keluar darahnya sedikit. Tanda hartman ini normal pada kehamilan awal, spotting pada kehamilan awal yang masih
dalam batas normal. Diperlukan untuk diperiksa ke rumah sakit karena BuMil
tidak bisa membedakan apakah spotting
terjadi karena tanda hartman atau spotting karena hal yang lainnya untuk
itu tetap harus diperiksa ke rumah sakit untuk dilihat penyebabnya.
Tip BuMil Perhatikan Tanda Bahaya
- Setiap ada perdarahan harus segera ke rumah sakit.
- Setiap ada cairan keluar (yang basah hingga ke pakaian luar) harus segera ke rumah sakit karena kemungkinan pecah ketuban.
- Mulas yang periodik dan progresif harus segera ke rumah sakit.
- Gerak bayi yang berkurang juga harus segera ke rumah sakit.
- Konsultan: dr. Budiman Japar, SpOG.
Rumah Sakit Royal Taruma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar