Janin
Sungsang Apakah Karena Kurang Gerak?
Tanya: Dokter, saya
sedang mengandung anak pertama dengan usia kandungan 9 bulan dan diperkirakan
akan lahir tidak lama lagi. Posisi saya bekerja di belakang meja sebagai
customer service yang mengharuskan saya terus duduk selama bekerja. Dan ketika saya memeriksa terakhir posisi janin saya
malah sungsang. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan posisi bayi
menjadi sungsang padahal sebelumnya posisinya tidak sungsang? Bagaimana mengatasi bayi sungsang ya Dok, apakah bisa diputar oleh dukun
pijat? Reghina Utami, Lampung.
Jawab: Ibu Reghina, hingga
saat ini penyebab posisi sungsang pada bayi tidak diketahui. Secara alamiah
bentuk bokong bayi lebih besar dari pada kepala di dalam rahim. Bentuk rahim
yang mirip buah alpukat ini secara alamiah membuat bagian atas rahim menjadi
lebih luas dari pada bagian bawahnya. Nah, bokong bayi yang proporsinya lebih
besar akan menempati bagian atas rahim dan kepala menempati bagian bawah. Namun
ada hal-hal tertentu yang membuat proporsi posisi bayi menjadi berubah atau sungsang,
antara lain; hydrocephalus, kehamilan kembar, karena ada miom (tumor) di jalan
lahir, jalan lahir tertutup plasenta atau bisa juga akibat seorang Ibu banyak
melahirkan mengakibatkan rahim menjadi kendur. Ketika hal ini terjadi disaat
menjelang persalinan, tidak disarankan untuk diputar oleh dukun pijat. Karena
tidak bisa termonitor dengan baik posisi si bayi, justru dikhawatirkan malah
akan menyebabkan hal-hal yang merugikan bagi Ibu dan si bayi seperti kematian
akibat terlilitnya tali pusat.
Posisi Sungsang
Posisi sungsang adalah posisi bokong berada di bawah. Sungsang biasanya
terjadi pada kehamilan masih muda (di bawah trimester ketiga), dimana bayi
masih kecil, ruang masih luas dan bayi masih bisa berputar dengan bebas.
Memasuki Trimester Tiga
Pada trimester tiga bayi mulai mengambil posisi lahir. Memang secara
alamiah bokong bayi lebih besar dari pada kepala bayi dengan dua pahanya, maka
proporsinya maka bokong akan mencari lahan yang lebih luas. Dengan bentuk rahim
seperti alpukat maka rahim bagian atas lebih lebar tentu bokong mencari tempat
lebih luas yaitu rahim atas. Maka bokong di atas dan kepala di bawah.
Proporsi Posisi Bayi
Berubah Jika?
Jika janin mengalami kelainan seperti hydrocephalus (pembesaran pada bagian
kepala) maka kepala yang besar mencari tempat yang lebih luas, sehingga kepala
menjadi di atas dan bokong di bawah yaitu posisi menjadi sungsang. Hal ini juga
bisa terjadi pada kehamilan kembar (gemeli). Bisa saja salah satu posisi bayi
bokong di atas kepala di bawah dan satu bayinya lagi kepala di atas bokong di
bawah seperti angka 69. Selain itu bisa saja posisinya berubah karena adanya
miom di jalan lahir bagian bawah maka kepala tidak bisa turun. Atau jalan lahir
di bawah tertutup oleh plasenta, jika ini terjadi maka kepala yang keras tidak
bisa masuk ke jalan lahir. Sehingga kepala mengolak ke tempat lain jadi janin
berputar dan sungsang. Sungsang juga bisa terjadi karena BuMil banyak
melahirkan sehingga rahim menjadi kendur. Sehingga tidak mampu menahan posisi
janin pada postur seharusnya.
Reposisi Sungsang pada
Bayi
Semua BuMil dapat saja mengalami hal ini Moms dan tidak ada hubungannya dengan aktifitas si Ibu. Sehingga
tidak benar bayi sungsang karena Ibunya kurang bergerak, karena kurang minum,
makan atau karena faktor psikologis tertentu. Sungsang dapat direposisikan lho Moms. Reposisi alami dan reposisi
buatan. Namun harus dilakukan oleh dokter kandungan dengan monitoring yang
baik. Reposisi secara alami yaitu
dengan cara BuMil sujud maka rahim akan terbalik dengan posisi dada menyentuh
matras. Bayi akan secara alami mengambil posisi berbalik, dengan catatan jika
masih ada tempat yang cukup untuk bayi berputar di dalam rahim. Jika posisi
sudah baik (kepala di bawah dan bokong di atas) disarankan agar BuMil jangan
terlalu sering berposisi sujud, karena bisa saja merubah posisi bayi yang
normal menjadi sungsang. Reposisi Buatan
dalam medis adalah diobservasi terlebih dahulu lalu diputar dengan tangan
dengan terus dipantau kondisinya melalui alat USG dan CTG (perekan jantung
bayi). Jika setelah dilakukan reposisi buatan ternyata bayi malah stres maka
posisinya harus dikembalikan seperti semula lagi Moms.
Hindari Asal Pijat
Ketika Moms telah mengetahui
posisi bayi yang sungsang, maka hindari memijatnya secara sembarang. Posisi
bayi yang sungsang harus diketahui penyebabnya dengan diobservasi oleh dokter
kandungan. Jadi, bukan hanya sembarang memutarnya. Salah-salah malah jadi berbahaya
lho Moms. Misalnya ada lilitan tali
pusat, karena jika diputar akan menjerat bayi lebih erat dan akibatnya bisa
mengakibatkan bayi meninggal di dalam rahim. Begitu juga dengan adanya darah
tinggi jika diputar dalam kondisi ini maka ari-ari dapat copot dan ini berbahaya
bagi Ibu dan janin karena bisa menghilangkan nyawa keduanya. Jika asal diputar
dan ada bekas operasi (sectio atau
angkat miom) maka rahim bisa robek dan ini berbahaya. Penting untuk mengetahui
sebelum dan sesudah diputar harus diobservasi dengan alat perekam jantung bayi
apakah kondisi bayi stres ataukah tidak. Jika dibiarkan bayi dalam kondisi
stres dapat mematikan bayi.
Cesar Bila?
Pada dugaan suspect (macet) pada
kondisi sungsang tidak boleh dicoba untuk dilahirkan normal karena berbahaya
bagi bayi. Hal ini disebut dengan Feto Pelvic Disproporsi (FPD) bayi dengan
rongga panggul tidak proporsional maka tidak boleh dilahirkan secara normal,
karena kepala akan menyangkut tidak bisa lahir keluar sedangkan badan yang
dapat lahir. Batasan besar bayi juga memengaruhi 3.5 kg juga dapat diduga macet
(suspect) melahirkan, juga hindari melahirkan normal. Kecuali dugaan macet pada
bayi dengan posisi kepala di bawah atau CPD (Cepalo Pelvic Disproportion)
kepala dengan rongga panggul yang tidak proporsional, untuk CPD boleh dicoba
melahirkan secara normal.
● Konsultan: dr. Budiman Japar,
SpOG.
Rumah Sakit Royal Taruma
Jl. Daan Mogot No. 34
Jakarta Barat 11470
Telp. (021) 5695.8338
Dok kalau usia kehamilan 30 minggu apa mungkin masih bisa di putar. Soal nya kepala nya berada di atas..
BalasHapusMasih bisa, lakukan senam knee chest position. Spt orang sujud, dengan Dada menempel matras.
BalasHapusMasih bisa, lakukan senam knee chest position. Spt orang sujud, dengan Dada menempel matras.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusUk saya sudah 39 minggu ..
BalasHapusTpi posisi byi msih lintang jika posisi telentang .. jika berbaring ke kiri posisi sungsang .. berat janin terakhir 3.027 grm .. dan tinggi bdan saya 150 cm .. apa ada kemungkinan bisa lahir normal ?