Sabtu, 08 Februari 2014

Topik 069 : Hambarnya Perkawinan



Banyak perkawinan yg menjadi "hambar" tidak berasa lagi, dan sulit untuk "naik", makin jarang, yg akhirnya menjadi apatis, masing2 membalik badan, setiap tidur punggung ketemu punggung, tidak ada lagi hal2 lucu, senggolan yg membakar dan sentuhan yg sensational.
Rasanya hambar; kalau mau ya buka sendiri, panasin sendiri, selesai, tutup sendiri. ː̗̀()ː̖́ uiikk!!!

Sebabnya adalah "ketakutan istri" karena kesalahan persepsi akan arti seksualitas dalam perkawinan.Yang hanya diartikan sebagai penetrasi ejakulasi.

PADAHAL
1. Kalau targetnya hanya Penetrasi -Ejakulasi maka tidak ada "fun" dan "love" lagi, yg ada ngangkang-colok-selesai. jadi rutinitas yg menjemukan, tidak ada "rasa-rasa" spt pacaran dulu lagi, yg genit2, jinak2 merpati, hanya senggol sedikit, kata2 menyerempet, elus2 saja yg membuat byar pet.
Kalau hanya penetrasi, akan sulit dinikmati khususnya wanita, krn untuk menikmati penetrasi dan sensasi klimak wanita memerlukan "API" yg besar.
Sehingga wanita menjadi TAKUT main2 dgn suami, TAKUT suami minta penetrasi, padahal dia belum terbakar, jangankan terbakar, tersulutpun belum.
Jd seksualitas tidak selalu harus diakhiri dgn penetrasi, tetapi seluruh proses warming up, dr ngobrol, elus, remes2pun merupakan bagian yg sempurna kalau dapat dinikmati berdua
.
2.Ingat, yg menang adl yg kita beri makan (topik 054), dan pohon tumbuh membesar kalau kita PUPUK, kita SIRAM "setiap hari". Jd binalah setiap saat, api yg hampir padam harus dikipas2, senggol sedikit, elus sedikit, mk akan makin besarlah api itu pd suatu saat, dan dpt MEMBAKAR.

Tidak ada masalah dgn menopause, tidak ada masalah dgn tua. Lihat nenek saja bisa selingkuh dgn tukang pijatnya, kenapa? Krn TERBAKAR oleh API.
Sifat manusia, kalau sesuatu mudah didapat maka barang itu jadi kurang bernilai, yg belum kita dapat : menggemeskan. Maka curi2lah KESEMPATAN di dalam kesempitan, di tempat yg lebih menantang, di tempat yg ada RESIKO ketahuan. High Risk High Return.

Pin Dr.BJ 285A2085

www.dokterbj.com 
Www.dokterbj.blogspot.com .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar