Selasa, 18 Februari 2014

Topik 009 rev feb'14: Kista Ovarium


Kemarin pasien lamaku kembali lagi dgn perut membesar dan sesak nafas, terpaksa disedot keluar cairan lendir campur darah 6,5 L. Ceritanya pertama periksa ke saya, saya katakan ada kista 5 cm, dan jenis ini harus dioperasi, karna isinya kental bukan air. Ibunya tidak mau. 6 (enam) bulan datang lagi, dgn perut makin besar, dan ternyata kistanya telah pecah, sel2nya menyebar ke seluruh usus perut dan keluar lendir (kista mucin). Sekarang mau operasi, tapi terlambat, sudah nyebar.
Telur wanita (ovarium) punya potensi untuk menjadi kista, membesar karna berbagai proses sehingga berisi : darah haid (kista endometriosis), berisi air saja (kista fungsional serosum), berisi rambut, tulang, gigi dan lemak (kista dermoid), berisi lendir (kista mucinosum), berisi nanah (kista terinfeksi) ataupun berisi daging yang ganas (kanker ovarium).
Kanker ovarium kadang tidak bergejala, kadang nyeri, perut membesar, dideteksi dgn usg transvaginal dan Ca 125 dari darah. Hal ini dpt terjadi karna ovarium merupakan bagian tubuh wanita yg dipengaruhi oleh hormon dari otak dan menghasilkan hormon kewanitaan, sehingga sangat responsif. Oleh karena itu perlu secara rutin dilakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa ovarium dalam keadaan normal, dgn usg (lewat perut ataupun lewat vagina atau lewat dubur jika diperlukan bg yg virgin) bahkan kadang diperlukan pemeriksaan dgn operasi laparaskopi (teropong) untuk ketepatan diagnosis.
Kapan perlu periksa? Kapan saja, dari saat akil balig hingga selama masih wanita (seumur hidup). Periksalah secara rutin minimal setahun sekali meskipun tidak ada keluhan. (Usg kandungan dan pap smear)
Khusus kista endometriosis, yg merupakan kista yg terbentuk karna adanya endometrium yg hidup di telurnya sehingga setiap bulan haid akan sakit dan kistanya makin besar, jadi kalau setiap haid sakit pastikan tidak ada endometriosis. Kista endometriosis sering tumbuh lagi selama masih ada haid, jd perlu di kontrol.
Semoga bermanfaat
Pin Dr.Bj Club: 285A2085

www.dokterbj.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar