Hamil 30 minggu anak
ke-3 dikirim oleh hermina dgn kejang 7x, tekanan darah 180/110, kencing
berdarah, protein di ginjal bocor +3, dgn kesadaran menurun, trombosit 135,
lever mulai rusak, itulah: EKLAMSIA.
Untuk menyelamatkan
ibunya supaya tak makin rusak organ2 tubuhnya karna "keracunan"
anaknya adalah keluarkan anaknya secepat mungkin, yaitu di sesar: air ketubanya
sudah berdarah juga, ari2nya copot sebagian, rahimnya membiru, bayinya 1010
gram. Lemah. Ibu dan bayi dirawat di ICU.
Tiga pembunuh terbesar
pada ibu hamil adalah : infeksi, perdarahan dan darah tinggi dgn maupun tanpa
kejang (eklamsi-pre eklamsia). Setelah
pembuahan maka zygot akan tertanam di rahim (implantasi). Ari2 akan
"mengakar" masuk ke dalam rahim ibu untuk mendapatkan oksigen dan
makanan dari ibu ke janin.. Pada ibu2 yg memiliki kelainan genetik (faktor V
Leiden atau neurokinin B Bovine) maka implantasinya tidak adekuat. Hal ini
menyebabkan sebagian ari2 kekurangan oksigen maka ari2 tersebut mati dan
menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas ini masuk ke dalam darah ibu sehingga
merusak endotel pembuluh darah ibu. Timbullah gejala darah tinggi, kaki
bengkak, ginjal bocor dan komplikasi yg berat: lever rusak, paru2 basah dan
otak bengkak, buta dan kejang2 (eklamsia) hingga kematian, yang sudah dapat
terjadi pada hamil 20 minggu. Untuk itu perlu deteksi dini dan pengobatan
seawal mungkin sehingga dapat dikontrol dan tidak timbul komplikasi jangan spt
ibu ini, yg sudah complicated.
Preeklamsia dapat
menyebabkan bayi kecil(pertumbuhan terhambat), prematur hingga kematian janin intra
uterin. Maka diperlukan periksa hamil teratur untuk mengetahui tanda2 keracunan
awal dan pengobatan dini yg adekuat, Anak perempuan atau cucu perempuan dari
ibu yang mengalami preeklamsia eklamsia, memilikih resiko untuk mengalami hal
sama. Ada penelitian untuk mencegah, bagi yg resiko tinggi setiap hari makan 1
siung bawang putih. Dan kontrol ANC teratur.
pin Dr.Bj Club: 28EF8EB6
www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar