Sabtu, 15 Februari 2014

Topik 027 rev feb 2014: Keracunan Kehamilan



Hamil 30 minggu anak ke-3 dikirim oleh hermina dgn kejang 7x, tekanan darah 180/110, kencing berdarah, protein di ginjal bocor +3, dgn kesadaran menurun, trombosit 135, lever mulai rusak, itulah: EKLAMSIA.

Untuk menyelamatkan ibunya supaya tak makin rusak organ2 tubuhnya karna "keracunan" anaknya adalah keluarkan anaknya secepat mungkin, yaitu di sesar: air ketubanya sudah berdarah juga, ari2nya copot sebagian, rahimnya membiru, bayinya 1010 gram. Lemah. Ibu dan bayi dirawat di ICU.

Tiga pembunuh terbesar pada ibu hamil adalah : infeksi, perdarahan dan darah tinggi dgn maupun tanpa kejang (eklamsi-pre eklamsia).  Setelah pembuahan maka zygot akan tertanam di rahim (implantasi). Ari2 akan "mengakar" masuk ke dalam rahim ibu untuk mendapatkan oksigen dan makanan dari ibu ke janin.. Pada ibu2 yg memiliki kelainan genetik (faktor V Leiden atau neurokinin B Bovine) maka implantasinya tidak adekuat. Hal ini menyebabkan sebagian ari2 kekurangan oksigen maka ari2 tersebut mati dan menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas ini masuk ke dalam darah ibu sehingga merusak endotel pembuluh darah ibu. Timbullah gejala darah tinggi, kaki bengkak, ginjal bocor dan komplikasi yg berat: lever rusak, paru2 basah dan otak bengkak, buta dan kejang2 (eklamsia) hingga kematian, yang sudah dapat terjadi pada hamil 20 minggu. Untuk itu perlu deteksi dini dan pengobatan seawal mungkin sehingga dapat dikontrol dan tidak timbul komplikasi jangan spt ibu ini, yg sudah complicated.

Preeklamsia dapat menyebabkan bayi kecil(pertumbuhan terhambat), prematur hingga kematian janin intra uterin. Maka diperlukan periksa hamil teratur untuk mengetahui tanda2 keracunan awal dan pengobatan dini yg adekuat, Anak perempuan atau cucu perempuan dari ibu yang mengalami preeklamsia eklamsia, memilikih resiko untuk mengalami hal sama. Ada penelitian untuk mencegah, bagi yg resiko tinggi setiap hari makan 1 siung bawang putih. Dan kontrol ANC teratur.

pin Dr.Bj Club: 28EF8EB6

www.dokterbj.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar