Mana yg lebih baik doc, seksio atau normal
lahirnya? Jaman dahulu sebelum teknik operasi sesar ditemukan, maka semua
persalinan secara alami dilakukan mau tdk mau lewat vaginal. Dulu Segala cara
dilakukan agar bayi lahir lewat vaginal, dgn didorong, ditarik lewat bawah
bahkan dulu dilakukan dgn teknik "mematahkan" tulang panggul depan
(simphisis) spy bayi bisa lewat. Dan kalau gagal semua cara pd bayi yg
meninggal dilakukan embriotomi (janinnya dipatahkan tulang bahunya atau bahkan
dipotong perbagian). ITU DULU.
Zaman sekarang telah ditemukan teknik operasi
sesar yg lebih aman dan "cantik", dgn berkembangnya teknik sayatan di
perut dan di rahim, dgn berkembangnya benang2 dan antibiotik yg maju, mk
operasi menjadi tindakan yg relatif aman TENTU dgn segala resikonya.
Semua keputusan lahir Normal atau operasi tentu
memiliki untung rugi masing2, harus dimengerti bahwa TDK ADA YG ZERO RESIKO,
meskipun hanya suntik doang, tetap ada resiko YG MUNGKIN terjadi. Mk semua
keputusan harus ada indikasi (alasan) yg tepat. Pilihan pertama tentunya adalah
persalinan pervaginam, kecuali ada hal lain yg mengharuskan kita memilih sesar.
Alasan MUTLAK harus sesar: Bayi besar, Panggul
ibu sempit, bayi melintang, plasenta menutupi jalan lahir (previa), Gawat
janin, ibu HIV, ada tumor yg menutupi jalan lahir, ibu dgn penyakit
jantung/paru berat.
SEBENARNYA, semua persalinan pervaginam pd
awalnya adl persalinan percobaan (partus percobaan), krn tdk ada jaminan bahwa
"pasti" lahir. Selama kemajuan pembukaan baik, ibu baik, janin baik
mk persalinan akan diteruskan, ttp jk ditemukan tanda2 yg tdk baik atau macet
mk plan B harus diambil: vakum-forsep atau sesar. Keputusan yg diambil
merupakan keputusan bersama suami, istri, keluarga dan dokter shg keberhasilan
ataupun resiko mk harus ditanggung bersama. Kuncinya adl: percayakah anda pd
dokter anda, jika tdk gantilah dokter.
Semoga bermanfaat
pin dr.BJ Club 285A2085.
www.dokterbj.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar