PENYEBAB;
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh
parasit Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh manusia,
ditularkan oleh nyamuk Anopheles
betina (WHO 1981)
AKIBAT;
Pada ibu menyebabkan anemi, malaria serebral, edema paru,
gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kematian
Pada janin
menyebabkan abortus,
persalinan prematur, berat badan lahir
rendah, dan kematian janin
PENGARUH MALARIA PADA
JANIN
1. Kematian janin dalam
kandungan
Kematian janin intrauterin
dapat terjadi akibat hiperpireksi,
anemi berat, penimbunan
parasit di dalam plasenta yang
menyebabkan gangguan
sirkulasi ataupun akibat infeksi trans-
plasental.
2. Abortus
Abortus pada usia
kehamilan trimester I lebih sering
terjadi karena demam tinggi
sedangkan abortus pada usia
trimester II disebabkan
oleh anemia berat.
3. Persalinan prematur
Umumnya terjadi sewaktu
atau tidak lama setelah serangan
malaria. Beberapa hal yang
menyebabkan persalinan prematur
adalah febris, dehidrasi,
asidosis atau infeksi plasenta.
4. Berat badan lahir
rendah
Penderita malaria biasanya
menderita anemi sehingga akan
menyebabkan gangguan
sirkulasi nutrisi pada janin dan
berakibat terhambatnya
pertumbuhan dan perkembangan janin
dalam kandungan
5.Anemia
Plasenta mempunyai fungsi
sebagai barier protektif dari
berbagai kelainan yang
terdapat dalam darah ibu sehingga
parasit malaria akan
ditemukan di plasenta bagian maternal dan
hanya dapat masuk ke
sirkulasi janin bila terdapat kerusakan
plasenta misalnya pada
persalinan sehingga terjadi malaria
kongenital. Prevalensi
malaria plasenta biasanya ditemukan
lebih tinggi daripada
malaria pada sediaan darah tepi wanita
hamil, hal ini mungkin
karena plasenta merupakan tempat
parasit bermultiplikasi.
Diagnosis malaria plasenta ditegakkan
dengan menemukan parasit
malaria dalam sel darah merah atau
pigmen malaria dalam
monosit pada sediaan darah yang
diambil dari plasenta
bagian maternal atau darah tali pusat.
Infeksi P. falciparum
sering mengakibatkan anemi maternal,
abortus, lahir mati,
partus prematur, BBLR serta kematian
maternal. Gambaran
histologik infeksi aktif berupa plasenta
yang bewarna
hitam/abu-abu, sinusoid padat dengan eritrosit
terinfeksi, eritrosit
terinfeksi pada sisi maternal dan tidak pada
sisi fetal kecuali pada
beberapa penyakit plasenta. Tampak
pigmen hemozoin dalam
ruang intervilli dan makrofag disertai
infiltrasi sel radang.
Dapat terjadi simpul sinsitial disertai
nekrosis fibrinoid dan
kerusakan serta penebalan membrana
basalis trofoblas.
6. Malaria kongenital
Gejala klinik malaria
kongenital antara lain iritabilitas,
tidak mau menyusu, demam,
pembesaran hati dan limpa
(hepatosplenomegali) dan
anemia tanpa retikulositosis dan
tanpa ikterus.
Malaria kongenital dapat
dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
a. True Congenital
Malaria (acquired during pregnancy)
Pada malaria kongenital
ini sudah terjadi kerusakan
plasenta sebelum bayi
dilahirkan. Parasit malaria ditemukan
pada darah perifer bayi
dalam 48 jam setelah lahir dan
gejalanya ditemukan pada
saat lahir atau 1-2 hari setelah lahir.
b. False Congenital
Malaria (acquired during labor)
Malaria kongenital ini
paling banyak dilaporkan dan
terjadi karena pelepasan
plasenta diikuti transmisi parasit
malaria ke janin. Gejala-gejalanya muncul 3-5 minggu setelah
bayi lahir.
KLINIS;
Gambaran karakteristik dari
malaria ialah demam
periodik, anemi (Jenis anemi yang ditemukan adalah hemolitik normokrom) dan
splenomegali
Sering
terdapat gejala prodromal seperti malaise, sakit kepala, nyeri
pada tulang/otot, anoreksi dan diare ringan
Sedangkan gambaran klinik
malaria pada wanita di daerah
endemik sering tidak
jelas, mereka biasanya memiliki
kekebalan yang semi-imun,
sehingga :
- Tidak menimbulkan
gejala, misal : demam
- Tidak dapat didiagnosis
klinik
DIAGNOSIS MALARIA PADA
KEHAMILAN ;
Malaria pada kehamilan
dipastikan dengan ditemukannya
parasit malaria di dalam :
- Darah maternal
- Darah plasenta / melalui
biopsi
PENANGANAN MALARIA
PADA KEHAMILAN
Pengontrolan Malaria
Pengontrolan malaria dalam
kehamilan tergantung derajat
transmisi, berdasarkan
gabungan hal-hal di bawah ini :
1. Diagnosis dan
pengobatan malaria ringan dan anemia
ringan sampai moderat
2. Kemoprofilaksis
3. Penatalaksanaan
komplikasi malaria berat, termasuk anemia
berat
4. Pendidikan kesehatan
dan kunjungan yang teratur untuk
ante natal care (ANC).
ANC teratur adalah dasar
keberhasilan penatalaksanaan
malaria dalam kehamilan,
yang bertujuan untuk memberikan
pendidikan kesehatan
termasuk penyuluhan tentang malaria
dan dampaknya ( malaria
serebral, anemi, hipoglikemi, edema
paru, abortus, pertumbuhan
janin terhambat, prematuritas,
kematian janin dalam
rahim, dll) pada kehamilan di semua lini
kesehatan (Posyandu,
Pustu, Puskesmas dan Rumah Sakit)
- Memantau kesehatan ibu
dan janin, serta kemajuan
kehamilan
- Diagnosis dan pengobatan
yang tepat (tepat waktu)
- Memberikan ibu suplai
obat untuk kemoprofilaksis
5. Perlindungan pribadi
untuk mencegah kontak dengan
vektor, misal : pemakaian
kelambu.
6. Pemeriksaan hemoglobin
dan parasitologi malaria setiap
bulan.
7. Pemberian tablet besi
dan asam folat serta imunisasi TT
lengkap.
8. Pada daerah non
resisten klorokuin :
- Ibu hamil non-imun
diberi Klorokuin 2 tablet/minggu dari
pertama datang/setelah
sakit sampai masa nifas
- Ibu hamil semi imun
diberi sulfadoksin-pirimetamin (SP)
pada trimester II dan III
awal
9. Pada daerah resisten
klorokuin semua ibu hamil baik non
imun maupun semi imun
diberi SP pada trimester II dan III
awal