Topik 093 : Cara Baru Mengatasi Pendarahan Haid
yg Berlebih (sebuah sharing pengalaman bg dokter)
Beberapa pasien datang dgn perdarahan haid yg
banyak, bahkan ada yg dgn Hb 7, setelah diperiksa ternyata sebagian besar tdk
ditemukan kelainan (Perdarahan uterus Disfungsional), sebagian krn adanya miom
dan bbrp krn penebalan rahim (hiperplasia), ada jg krn kelainan darah (ITP).
Hal ini terjd biasanya pd wanita paruh baya yg silklus haidnya sering anovulasi
(tdk bertelur), shg terjd ketidak seimbangan antara hormon estrogen dan
progesteron, dimana estrogennya lebih tinggi, mk terjdlah rangsangan berlebih
pd rahim shg timbul penebalan, bibit miom membesar bahkan merangsang timbulnya
kista, yg jk dibiarkan bisa terjd perubahan sifat pd endometrium rahim jd hiperplasia
kompleks, atipik lalu jd kanker endometrium. Normalnya haid 2-7 hari dgn darah
yg meresap dlm pembalut dgn sehari 2 maksimal 3 pembalut dan tdk bergumpal,
lebih dari itu artinya haidnya berlebih, yg bisa sbg tanda hormon tak seimbang
atau ada kelainan lain. Dulu cara pengobatannya dgn memberikan hormon,
transfusi darah, obat asam traneksamat bahkan banyak yg dioperasi. Namun
(pengalaman saya) Ada CARA BARU yg lebih efisien, mudah dan murah dan ternyata
sangat efektif, yaitu dgn susuk rahim (LNG-IUS). Dengan susuk rahim ini kt
berusaha mengontrol kadar estrogen pd kadar "window therapy" 30-50
pg/dl (jika < 30 jd menopause, jk > 50 jd berlebihan) spy tdk terjd
rangsangan hormon berlebih (hiperplasia) pd rahim dan telurnya, dgn demikian rahim
jd "tenang" haid lebih sedikit dan hemat darah, bahkan haid yg
biasanya sakit akan berkurang bahkan tdk sakit lg setelah 3-6 bulan pemakaian.
Ada pasien yg haidnya sedemikian banyaknya hingga iud di dalam rahimpun
terdorong keluar, utk kasus spt ini mk dilakukan terapi kombinasi (GnRha atau
lainnya) saat haid berkurang baru dipasang susuknya.
Semoga bermanfaat.
Pin Dr.BJ education Club : 28EF8EB6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar