Minggu, 25 Mei 2014

Topik 093 : Cara Baru Mengatasi Pendarahan Haid yg Berlebih (sebuah sharing pengalaman bg dokter)
Beberapa pasien datang dgn perdarahan haid yg banyak, bahkan ada yg dgn Hb 7, setelah diperiksa ternyata sebagian besar tdk ditemukan kelainan (Perdarahan uterus Disfungsional), sebagian krn adanya miom dan bbrp krn penebalan rahim (hiperplasia), ada jg krn kelainan darah (ITP). Hal ini terjd biasanya pd wanita paruh baya yg silklus haidnya sering anovulasi (tdk bertelur), shg terjd ketidak seimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, dimana estrogennya lebih tinggi, mk terjdlah rangsangan berlebih pd rahim shg timbul penebalan, bibit miom membesar bahkan merangsang timbulnya kista, yg jk dibiarkan bisa terjd perubahan sifat pd endometrium rahim jd hiperplasia kompleks, atipik lalu jd kanker endometrium. Normalnya haid 2-7 hari dgn darah yg meresap dlm pembalut dgn sehari 2 maksimal 3 pembalut dan tdk bergumpal, lebih dari itu artinya haidnya berlebih, yg bisa sbg tanda hormon tak seimbang atau ada kelainan lain. Dulu cara pengobatannya dgn memberikan hormon, transfusi darah, obat asam traneksamat bahkan banyak yg dioperasi. Namun (pengalaman saya) Ada CARA BARU yg lebih efisien, mudah dan murah dan ternyata sangat efektif, yaitu dgn susuk rahim (LNG-IUS). Dengan susuk rahim ini kt berusaha mengontrol kadar estrogen pd kadar "window therapy" 30-50 pg/dl (jika < 30 jd menopause, jk > 50 jd berlebihan) spy tdk terjd rangsangan hormon berlebih (hiperplasia) pd rahim dan telurnya, dgn demikian rahim jd "tenang" haid lebih sedikit dan hemat darah, bahkan haid yg biasanya sakit akan berkurang bahkan tdk sakit lg setelah 3-6 bulan pemakaian. Ada pasien yg haidnya sedemikian banyaknya hingga iud di dalam rahimpun terdorong keluar, utk kasus spt ini mk dilakukan terapi kombinasi (GnRha atau lainnya) saat haid berkurang baru dipasang susuknya.
Semoga bermanfaat.

Pin Dr.BJ education Club : 28EF8EB6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar