Orang sakit harus
diobati secara total, bukan hanya badannya, ttp jg jiwa psikologinya, mk hal
ini saya coba ulas, semoga membantu.
Sakit menyebabkan
penderitaan, banyak pasien mengeluh sakit yg berat. Utk meringankan
penderitaan, kt coba merubah mindset kt sambil tetap berusaha tuk sembuh.
"Marilah coba
memahami bahwa Tuhan adalah Tabib dan bahwa penderitaan adalah obat demi
keselamatan, bukan hukuman demi kebinasaan". Ttp sebagai sarana utk
menyucikan dosa2 kita. (St.Agustinus)
"Belas kasihan yg
sejati mendorong ikut menanggung penderitaan sesama. Belas kasihan itu tdk
membunuh org yg penderitaannya tdk dpt kt tanggung" (E.Vitae 66)
Contoh: seorang imam
didiagnosa kanker pankreas yg mematikan. Drpd chemoradiasi yg menyakitkan dan
hanya menambah harapan hidup 6 bln lebih lama, imam itu ikut program nutrisi
saja. Ia mempersiapkan diri utk berjumpa dgn Tuhannya. Tentu saja ia dpt menjalani
chemoradiasi ttp alternatif itu termasuk perawatan kesehatan "luar
biasa", mk pilihannya tuk tdk chemoradiasi secara moral dibenarkan.
"Saat paling tepat
tuk membuktikan kesetiaan kita kpd Mempelai illahi (Allah) adl bila kt
sakit"
"Penderitaan2 dari
ketidakberesan kesehatan akan membuat kita dicintai Allah jauh lebih dari
segala matiraga yg disengaja" (St.Paulus dari ː̗̀†ː̖́)
Yg dimaksud dgn matiraga
yg disengaja antara lain; puasa, sedekah, ziarah dll
Dgn mindset
"menerima dan mengerti" bahwa sakit terjadi atas seijin Yg Kuasa, dan
dgn sadar penderitaan ini kt terima & kt persembahkan tuk silih bg org lain
yg kita cintai, mk akan membuat sakit ini tdk sia2, dibandingkan kalau kt
marah, menggerutu, mk sakit akan menjd sakit saja dan tdk ada manfaat lainnya.
Karena bagi org yg
percaya, tdk ada penderitaan yg sia2.
Jd kita punya pilihan,
mau menerima penyakit itu dgn sadar dan ikhlas tuk sesuatu yg mulia ATAU kt
marah dan memberontak "kenapa saya sakit?" Apa salah saya?
Semoga
bermanfaat
Pin
Dr.Bj Club: 285A2085 www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar