Hubungan seksual dlm
perkawinan mrpkan karunia, sbg sarana tuk MENYATUKAN dan PENYELAMATAN (saling
membantu spy semakin suci) serta tuk prokreasi (dapat keturunan) dan sarana
rekreasi. Akan jd rendah nilainya, jk org menikah hanya krn syawat, dgn
mengatakan: drpd zinah; kewajiban istri melayani suami (seharusnya saling
melayani, sama derajatnya). Dan menjd merendahkan martabat manusia jk terjd
kawin cerai sesukanya, dgn berbagai alasan, manusia menjd spt mobil, kapan
cocok dipakai, tdk cocok diganti. Sexualitas sering jadi "tawar"
relasinya yg makin lama makin dingin, krn yg satu sudah "sampai" yg
lain masih di grogol. Lama2 ngambek dan menjadi bosan. Merasa ditinggal. Lalu
dgn alasan itu cari yg lain. Seharusnya diusahakan spy bisa "sampai"
bersamaan, sama2 puas. Bgmn caranya? Wanita dgn pria punya sifat dasar yg
berbeda. Wanita ibarat mobil tua, yg susah panasnya dan lambat dinginnya, beda
dgn laki2, nenek2 lewatpun bisa "bangun" asal sexy. Maka diperlukan
kesabaran dan pengertian lelaki thd sifat wanita ini, untuk
"mengengkol" dgn sabar sampai mobil itu "siap", dgn
berbagai cara yg tetap saling MENGHARGAI, tdk boleh ada yg direndahkan. Tanda
wanita siap adalah V yg basah, dan payudara yg menegang, Jadi penetrasi
(masuknya burung Kesangkarnya tdk menimbulkan sakit) dan sensasi sexual akan
lebih afdol. Sedangkan suami cepat naik dan cepat turun, maka harus disiasati
spy tidak keburu loyo. Stop sesaat kalau ada yg sudah mau "muncrat"
sedangkan pasangannya masih jauh, jangan diapa2in tuh burung, keluarkan dari
sangkarnya. Setelah "tenang" is burung baru masukin lagi. Demikian
seterusnya sampai istri mencapai puncak baru suami juga menembak. Hal ini
dilakukan bertahap bbrp kali begitu setiap kali ML sampai lama kelamaan daya
tahan burung akan lebih lama. Dengan demikian ada rasa saling menghargai dan
membahagiakan. Shg keluarga bisa langgeng dan harmonis.
Semoga bermanfaat
pin Dr.BJ Club :285A2085
Tidak ada komentar:
Posting Komentar