Minggu, 04 Mei 2014

Topik 045 rev mei'14: Mencapai Puncak Bersama



Hubungan seksual dlm perkawinan mrpkan karunia, sbg sarana tuk MENYATUKAN dan PENYELAMATAN (saling membantu spy semakin suci) serta tuk prokreasi (dapat keturunan) dan sarana rekreasi. Akan jd rendah nilainya, jk org menikah hanya krn syawat, dgn mengatakan: drpd zinah; kewajiban istri melayani suami (seharusnya saling melayani, sama derajatnya). Dan menjd merendahkan martabat manusia jk terjd kawin cerai sesukanya, dgn berbagai alasan, manusia menjd spt mobil, kapan cocok dipakai, tdk cocok diganti. Sexualitas sering jadi "tawar" relasinya yg makin lama makin dingin, krn yg satu sudah "sampai" yg lain masih di grogol. Lama2 ngambek dan menjadi bosan. Merasa ditinggal. Lalu dgn alasan itu cari yg lain. Seharusnya diusahakan spy bisa "sampai" bersamaan, sama2 puas. Bgmn caranya? Wanita dgn pria punya sifat dasar yg berbeda. Wanita ibarat mobil tua, yg susah panasnya dan lambat dinginnya, beda dgn laki2, nenek2 lewatpun bisa "bangun" asal sexy. Maka diperlukan kesabaran dan pengertian lelaki thd sifat wanita ini, untuk "mengengkol" dgn sabar sampai mobil itu "siap", dgn berbagai cara yg tetap saling MENGHARGAI, tdk boleh ada yg direndahkan. Tanda wanita siap adalah V yg basah, dan payudara yg menegang, Jadi penetrasi (masuknya burung Kesangkarnya tdk menimbulkan sakit) dan sensasi sexual akan lebih afdol. Sedangkan suami cepat naik dan cepat turun, maka harus disiasati spy tidak keburu loyo. Stop sesaat kalau ada yg sudah mau "muncrat" sedangkan pasangannya masih jauh, jangan diapa2in tuh burung, keluarkan dari sangkarnya. Setelah "tenang" is burung baru masukin lagi. Demikian seterusnya sampai istri mencapai puncak baru suami juga menembak. Hal ini dilakukan bertahap bbrp kali begitu setiap kali ML sampai lama kelamaan daya tahan burung akan lebih lama. Dengan demikian ada rasa saling menghargai dan membahagiakan. Shg keluarga bisa langgeng dan harmonis.

Semoga bermanfaat

pin Dr.BJ Club :285A2085

Tidak ada komentar:

Posting Komentar