"Jangan membunuh" Tapikan belum ada
bayinya doc? Kami belum siap tuk hamil karena bla.....bla...Itulah yg sering sy
dengar saat pasienku berargumen minta digugurkan. Sebenarnya kalau sudah ada
pembuahan sperma ke dlm sel telur, mk sudah mulai ada kehidupan, yaitu saat itu
telah ada pembelahan sel, 1 jd 2, jd 4, jd 8,jd 16,jd 32 yg disebut blastocyst
dan tertanam dirahim. Hanya tdk terlihat oleh kt krn kemampuan alat kt yg
terbatas yg tdk mampu melihatnya. Di hadapan 3 juta pemuda di Rio, Paus
Fransiskus memberkati sepasang suami istri muda dan bayi digendongannya yg
tanpa otak (anencephalus). Paus sangat menghargai keputusan pasangan itu yg
tetap mempertahankan kehamilannya hingga lahirlah bayi yg tanpa batok kepala
dan tanpa otak itu. Hak hidup bayi itu tetap diberikan ke sang bayi meskipun
secara medis bayi anencephal akan meninggal dalam hitungan hari. Namun meski
hanya sehari atau hanya satu jam sekalipun tetap itu merupakan hak untuk hidup
bayi tersebut. Itulah yg diperlihatkan oleh pasangan tersebut thd bayinya,
yaitu memberi HAK UNTUK HIDUP. Ada alasan bbrp orang tua yg mengaborsi bayinya
karena cacat dgn alasan kasihan bayinya akan menderita dan bla...bla...atau
alasan belum siap. Mother Teresa mengatakan: kita tdk boleh membunuh orang yang
penderitaannya tdk sanggup kita tanggung. Tp kita harus MENEMANI dia tuk
bersama-sama menanggung penderitaan itu. Diluar negri bayi yg diduga cacat spt
sindrom down atau kelainan berat lainnya ataupun krn infeksi rubella, maka bayi
tsb boleh diaborsi. Hal ini bertentangan dgn budaya bangsa kita, yg menghargai
kehidupan dan menerima apapun yang diberikan pada kita. Maka sebenarnya deteksi
kelainan janin dgn USG ataupun teknik lain TDKLAH TERLALU PERLU, karena
kelainan janin sebagian besar tdk dpt dikoreksi intra uterin. Hanya diperlukan
untuk konseling dan mungkin untuk persiapan ortu menerima keadaan.
Semoga bermanfaat
"
Anda bertanya Dr.BJ menjawab" di Dr.BJ Education Club via BBM 285A2085 a/
28EF8EB6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar