Di koran ada berita tentang ibu yg hamil mengaku tiba2 kehamilannya
"hilang". Tanpa ada keluhan pendarahan, padahal pd awalnya test hamil
positif dan di usg tampak janinnya. Kenapa demikian? Plasenta yg memberi makan
janin akan terbentuk sempurna saat kehamilan 16 minggu, dan baru akan BERFUNGSI
optimal pd hamil 20 minggu. Shg sebelum usia 20 minggu mk janin sangat rentan
utk mengalami kegagalan perkembangan hingga kematian dan atau dikeluarkan dari
rahim dalam bentuk perdarahan. Namun, pd keadaan tertentu krn tingginya kadar
hormon di dalam darah ibu, mk janin tsb tdk dikeluarkan, ttp tetap berada dlm
rahim ibunya dan menjd kering yg disebut missed abortion. Pd keadaan ini tdk
terjd perdarahan pervaginam, dan ibu menjd spt tdk hamil, perut mengempis, mual
menghilang. Krn pd janin yg mati di dlm rahim ini akan menyebabkan plasenta
(ari-ari) mati dan hormon hamil menurun, hingga semua gejala hamil menghilang.
Janin yg mengering akan menghasilkan radikal bebas yg dpt masuk ke dalam aliran
darah ibu, jk radikal bebasnya sangat banyak shg anti oksidan dlm tubuh ibu tdk
mampu menanggulanginya, mk dpt timbul komplikasi gangguan pembekuan darah
(DIC). Jk timbul DIC mk dpt timbul perdarahan pd ibu, di organ manapun. Jd
kalau hamil dan kemudian keguguran, mk harus diyakinkan "bersih" dan
yakin bukan missed abortion.
Semoga bermanfaat
Pin Dr.BJ Club :285A2085
Tidak ada komentar:
Posting Komentar