Selasa, 06 Mei 2014

Topik 089: Missed Abortion


Di koran ada berita tentang ibu yg hamil mengaku tiba2 kehamilannya "hilang". Tanpa ada keluhan pendarahan, padahal pd awalnya test hamil positif dan di usg tampak janinnya. Kenapa demikian? Plasenta yg memberi makan janin akan terbentuk sempurna saat kehamilan 16 minggu, dan baru akan BERFUNGSI optimal pd hamil 20 minggu. Shg sebelum usia 20 minggu mk janin sangat rentan utk mengalami kegagalan perkembangan hingga kematian dan atau dikeluarkan dari rahim dalam bentuk perdarahan. Namun, pd keadaan tertentu krn tingginya kadar hormon di dalam darah ibu, mk janin tsb tdk dikeluarkan, ttp tetap berada dlm rahim ibunya dan menjd kering yg disebut missed abortion. Pd keadaan ini tdk terjd perdarahan pervaginam, dan ibu menjd spt tdk hamil, perut mengempis, mual menghilang. Krn pd janin yg mati di dlm rahim ini akan menyebabkan plasenta (ari-ari) mati dan hormon hamil menurun, hingga semua gejala hamil menghilang. Janin yg mengering akan menghasilkan radikal bebas yg dpt masuk ke dalam aliran darah ibu, jk radikal bebasnya sangat banyak shg anti oksidan dlm tubuh ibu tdk mampu menanggulanginya, mk dpt timbul komplikasi gangguan pembekuan darah (DIC). Jk timbul DIC mk dpt timbul perdarahan pd ibu, di organ manapun. Jd kalau hamil dan kemudian keguguran, mk harus diyakinkan "bersih" dan yakin bukan missed abortion.


Semoga bermanfaat

Pin Dr.BJ Club :285A2085

Tidak ada komentar:

Posting Komentar