Selasa, 27 Agustus 2013

Masalah Kehamilan di Trimester 3



Kenali Pelbagai Masalah Kehamilan di Trimester 3
Berdasarkan data WHO terdapat sekitar 160 juta perempuan hamil di seluruh dunia. Sebagian besar kehamilan berjalan aman. Namun, sekitar 15 persen menderita komplikasi berat dengan sepertiganya merupakan komplikasi yang mengancam jiwa ibu. Tak heran bila para ibu di Trimester ketiga ini khawatir tentang kehamilannya. Seperti apakah masalah-masalah mereka? Simak penjelasannya dari Dr. Budiman Japar, SpOG, dokter obgin dari RS Royal Taruma, Jakarta Barat.    

Perdarahan
Q:      Baru-baru ini, saya mengalami flek darah. Apakah saya akan mengalami persalinan lebih cepat?Fania Setyowati (31 tahun), usia kehamilan 32 minggu.
A:       Sebenarnya, Ibu mesti waspada jika terjadi perdarahan, entah itu trimester 1, trimester 2, dan trimester 3 karena perdarahan tersebut berisiko terhadap janin. Nah, perdarahan ringan yang terjadi antara usia kehamilan 20-37 minggu dapat mengindikasikan persalinan prematur.
            Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya perdarahan pada trimester tiga ini,  antara lain Solutio Plasenta, lepasnya plasenta sebelum waktunya yang dapat disebabkan oleh benturan hebat pada perut atau ibu hamil dengan tekanan darah tinggi. Namun, dapat juga disebabkan oleh Placenta Previa,  letak plasenta yang menutupi jalan lahir.
Kapan ke dokter? Mengingat perdarahan pada kehamilan itu sebagai “alarm” tanda bahaya, sebaiknya ibu hamil segera memeriksaan diri ke dokter.
Tip: Rajinlah berkonsultasi dengan dokter obgin.  

Boks
Timbul flek, Segera Konsultasikan ke Dokter
Univeristy of Maryland Medical Center menyatakan bahwa antara 20 persen dan 30 persen perempuan mengalami perdarahan dari vagina pada 20 minggu pertama kehamilan. Lalu, lebih dari 10 persen perempuan mengalami perdarahan dari vagina pada trimester ketiga. Meski kerap dianggap bagian normal dari proses kehamilan, mungkin saja hal itu menunjukkan komplikasi. Sehingga, Anda mesti melaporkan perdarahan vagina ke dokter Anda.
American Congress of Obstetricians and Gnynecologist (ACOG) menegaskan agar Anda segera menghubungi dokter bila terjadi perdarahan semasa hamil.
Selaras dengan ACOG, Dr. Budiman berkata,“Sedikit atau banyak darah keluar dari vagina, segera periksa ke dokter obgin.”

Preeklamsia
Q:      Entah mengapa saya tiba-tiba mengalami pusing yang hebat, ternyata setelah diperiksa, saya mengalami tekanan darah tinggi. Apa yang mesti saya lakukan?—Sarah Praditha (28 tahun), usia kehamilan 29 minggu.
A:      Preeklamsia atau keracunan kehamilan ialah kondisi yang dicetuskan oleh meningkatnya tekanan darah (hipertensi) dan ditemukannya protein dalam air seni. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia dapat mengalami sakit kepala, kenaikan berat badan yang cepat, demam, muntah, dan gangguan penglihatan, kadang disertai kejang yang disebut eklamsia.
            Komplikasi ibu yang mengalami preeklamsia ialah stroke dan penimbunan cairan dalam paru-paru. Sedangkan pada janin ialah gangguan pertumbuhan janin dan rahim, serta kelahiran prematur.
Kapan ke dokter? Mengingat risiko preeklamsia itu sebaiknya ibu hamil tetap melakukan pengawasan kehamilannya kepada dokter.
Tip: rajinlah memeriksakan diri ke dokter obgin.

Eklamsia
Q:      Dulu saat anak melahirkan anak pertama, saaya melahirkan pada usia kandungan 7 bulan karena eklamsia bahkan hingga kejang-kejang. Sekarang, saya hamil anak kedua, dok apakah eklamsia akan muncul kembali?Maya Ayu Safitri (27 tahun), usia kehamilan 34 minggu.
A:      Eklamsia ialah kejang dalam kehamilan. Timbul pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Biasanya, eklamsia ini akibat faktor genetik bernama V Leiden. Sayangnya, hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya. Salah satu pendukung perjalanan penyakit ini adalah terbentuknya radikal bebas pada ibu hamil. Sehingga, salah satu penanganannya ialah obat antioksidan.
Kapan ke dokter? Jika ibu hamil mengalami preeklamsia, segera ia dibawa ke UGD bila timbul pandangan kabur, sakit kepala tak membaik, dan sakit pada ulu hati.
Tip: Rajinlah memeriksa tekanan darah dan urin sesuai anjuran adokter, dan hindari stres.

Kontraksi Perut
Q:      Saya ibu hamil bekerja. Sudah belakang ini, saya merasa kontraksi bila pulang kantor di kereta listrik. Sebenarnya, apakah itu sebagai tanda saya akan melahirkan?Dewi Ayu  (33 tahun), usia kehamilan 36 minggu.
A:      Bila ibu mengalami kaku pada rahim yang timbul dan hilang secara tidak beraturan disebut kontraksi palsu (Braxton Hicks). Namun, bila kontraksi semakin sering dengan interval pasti dan bersifat progresif, misalnya 25 menit sekali atau lebih cepat lagi dinamakan kontaksi asli. Hal itu dapat menandakan waktu persalinan semakin dekat.
Kapan ke dokter? Segera hubungi dokter bila mengalami kontraksi lebih dari enam kali dalam satu jam, meski Anda telah beritirahat dan minum air.
Tip:  Cobalah rileks dan tenang saat terjadi kontraksi. Selain itu, istirahatlah cukup.

Air Ketuban Pecah Dini
Q:      Tiba-tiba saya mengeluarkan cairan, padahal rasanya saya tak ingin berkemih. Dok, sebenarnya apa yang terjadi?Dini Pustika Sari (29 tahun), usia kehamilan 35 minggu.
A:      Coba perhatikan apakah cairan itu hanya membasahi celana dalam saja atau sampai pakaian luar. Selain itu, coba amati apakah Anda merasakan aliran air yang mengalir secara terus-menerus dan tidak dapat ditahan. Bila Anda merasakan cairan merembes hingga pakaian luar dan terjadi terus menerus itu artinya Anda mengalami pecah ketuban dini. Hal tersebut mesti diwaspadai karena dapat menginfeksi janin.
Kapan ke dokter? Segera periksa ke dokter bila merasakan cairan keluar dari vagina dalam jumlah banyak dan tak terkontrol. Tujuannya, agar pecahnya atau merembesnya air ketuban dapat segera diatasi.
Tip: Jagalah kebersihan vagina.

Gerakan Janin
Q:      Dok, Gerakan janin pelan, saya takut. Tapi di sisi lain, perut sakit akibat gerakan bayi yang terlalu kencang, saya juga khawatirHelma Perangin (37 tahun), usia kehamilan 29 minggu.
A:      Selama Anda merasakan adanya gerakan janin, apakah gerakan itu pelan atau kencang adalah hal yang wajar. Meski begitu, Anda mesti menentukan waktu penghitungannya. Misalnya saja, pada pukul 10 pagi, catatlah berapa lama untuk mencapai 10 kali gerakan. Bila dalam tempo 8 jam, atau pada pukul 6 sore tidak mencapai jumlah yang sama, sebaiknya pasien melakukan tes, seperti tes rekam jantung janin dengan alat kardiotokografi (CTG) untuk mengetahui kesejahteraan janin.    
            Gerakan janin yang konsisten pada trimester ketiga menandakan janin dalam kondisi sehat. Sebaliknya, menurunnya gerakan bayi secara mendadak, sebagai tanda terganggunya kesejahteraan janin. 

Kapan ke dokter? Segera pergi ke dokter untuk memeriksa kondisi janin Anda bila tiba-tiba gerakan janin lebih cepat atau lebih lambat dari waktu perhitungan biasanya. Atau setelah Anda mencoba mengistirahatkan tubuh selama satu sampai dua jam, namun masih terjadi perubahan intensitas gerakan janin secara drastis.  
Tip:
§         Kenali gerakan janin Anda, amati pola gerakannya, sehingga Anda dapat menyadari bila ada perubahan gerakan janin.
§         Sebaiknya jangan membandingkan gerakan janin Anda dengan ibu hamil lainnya karena setiap janin memiliki pola gerakan yang berbeda.

Boks
Lakukan Antenatal Care Demi Pantau Kondisi Janin
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan. Oleh karena itu, disarankan betapa pentingnya perempuan berkonsultasi sebelum dan setelah hamil untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan.
Senada dengan CDC, Dr. Budiman juga mengungkapkan pentingnya Antenatal Care. “Terdapat beberapa hal yang diperiksa dalam antenatal care. Sebut saja, perkembangan janin sesuaikah dengan usianya; perkembangan berat badan janin; kecukupan air ketuban; kondisi plasenta ibu; pasokan aliran darah di tali pusat ke janin; dan frekuensi detak jantung janin,” jelas Dr. Budiman.

1 komentar:

  1. Usia saya 39 tahun saat ini saya nengandung anak ke 3,usia kandungan saya 32 minggu. Dan saya sering alami pendarahan dari usia kandungan 5 bulan di karenakan plasenta menutupi jalan lahir,dan saat ini keluar darah lagi dan apakah ini tanda mau lahir ?

    BalasHapus