Selasa, 27 Agustus 2013
DETEKSI DINI
KISTA
OVARIUM
Kista ovarium adalah tumor yang berisi cairan yang tampak di indung telur (ovarium), sering dijumpai pada wanita usia reproduksi (18-35 tahun). Sebagian besar kista ini timbul karena perubahan kadar hormon pada siklus haid. Seorang wanita dapat tumbuh satu atau beberapa kista sekaligus.
Jika kista ukurannya kecil biasanya tanpa gejala, kecuali jika kista tersebut mempengaruhi fungsi hormon sehingga timbullah keluhan seperti misalnya: badan yang makin gemuk, kelebihan rambut badan, jerawat, tidak bisa hamil (infertil), mestruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi, nyeri perut bawah jika tangkai kista terpuntir, sakit pada sanggama atau saat haid, perut yang makin membesar sesuai dengan besarnya kista (Gambar 1,2).
Gambar 1. Kista yang sangat besar sehingga perut membesar
Sebagian besar kista ovarium (95%) adalah jinak. Deteksi dini adanya kista ovarium dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik (periksa dalam) atau ultrasonografi (USG). Konsultasilah ke dokter secara berkala atau dilakukan saat seorang wanita mengalami keluhan antara lain :
- Menstruasi terlambat, tidak teratur dan/ sakit
- Rasa nyeri perut tidak menghilang
- Perut membesar dan terasa penuh
- Terasa bersisa setelah berkemih
- Nyeri saat sanggama
- Berat badan menurun
Gambar 2. Kista ovarium multilokuler
Pilihan pengobatan sangat tergantung kepada jenis, besar, usia penderita, gejala yang timbul dan keinginan punya anak. Sebagian kista dapat menetap atau bahkan menghilang tanpa pengobatan apapun.Ada jenis yang dapat tumbuh berulang sehingga diperlukan terapi lebih lanjut dan pengamatan berkala.
“LAKUKAN PERIKSA DALAM DAN USG SECARA BERKALA BERSAMAAN DENGAN PAP’S SMEAR - KOLPOSKOPI”
BJ
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar