Minggu, 24 Agustus 2014

Topik 105: Stres dlm Hamil



STRES MENINGKATKAN RESIKO: Ibu hamil dianjurkan utk menjg mindset mrk, menghindari stress dan lebih rilex selama hamil. Menjg pikiran dan emosi, krn stress pd manusia merangsang lepasnya hormon2 kortisol ("hormon stres") oleh kelenjar anak ginjal, dan kadar kortisol yg meningkat itu dpt melewati sawar plasenta, masuk ke janin dan meningkatkan stres pd janin shg meningkatkan resiko bayi lahir prematur dan meningkatkan resiko alergi asma pd bayi tsb (MI) Dilakukan percobaan di Harvard School pd tikus yg sedang hamil, bibagi 2 kelompok, kelp.1 diberikan dexametason (utk menimbulkan efek stress) dan didptkan peningkatan resiko alergi asma pd anak yg dilahirkannya dibandingkan dgn yg tdk diberi dexametason. "HORMON STRES" tuk pematangan paru2 janin: Dlm praktek sehari2, Pd kasus ancaman persalinan prematur (kurang bulan), dokter kandungan memberikan suntikan obat kortisol (betametason, dexametason) tuk mematangkan paru2 janin, spy jk sampai lahir prematur mk paru janinnya diharapkan sudah matang, jd proses pematangan paru2nya dipaksa lebih cepat. Ada dokter kandungan yg memberikan kortisol tsb berkali2 shg strees pd janinnya meningkat (shg meningkatkan ancaman prematur tsb sendiri dan resiko alergi asma pd janinnya), mk dianjurkan pemberiannya hanya 1x (single dose) bukan berulang2, dan baru dibooster (diulang) jk dlm 1 minggu ke depan tetap ada ancaman prematur.

Semoga bermanfaat
“Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab” di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6 yang boleh diakses siapa saja. (gratis fitur 1), khusus kebidanan dan kandungan.
My twitter @dokterbj


Tidak ada komentar:

Posting Komentar