STRES MENINGKATKAN RESIKO: Ibu hamil dianjurkan utk menjg mindset mrk,
menghindari stress dan lebih rilex selama hamil. Menjg pikiran dan emosi, krn
stress pd manusia merangsang lepasnya hormon2 kortisol ("hormon
stres") oleh kelenjar anak ginjal, dan kadar kortisol yg meningkat itu dpt
melewati sawar plasenta, masuk ke janin dan meningkatkan stres pd janin shg
meningkatkan resiko bayi lahir prematur dan meningkatkan resiko alergi asma pd
bayi tsb (MI) Dilakukan percobaan di Harvard School pd tikus yg sedang hamil,
bibagi 2 kelompok, kelp.1 diberikan dexametason (utk menimbulkan efek stress)
dan didptkan peningkatan resiko alergi asma pd anak yg dilahirkannya
dibandingkan dgn yg tdk diberi dexametason. "HORMON STRES" tuk
pematangan paru2 janin: Dlm praktek sehari2, Pd kasus ancaman persalinan
prematur (kurang bulan), dokter kandungan memberikan suntikan obat kortisol
(betametason, dexametason) tuk mematangkan paru2 janin, spy jk sampai lahir
prematur mk paru janinnya diharapkan sudah matang, jd proses pematangan
paru2nya dipaksa lebih cepat. Ada dokter kandungan yg memberikan kortisol tsb
berkali2 shg strees pd janinnya meningkat (shg meningkatkan ancaman prematur
tsb sendiri dan resiko alergi asma pd janinnya), mk dianjurkan pemberiannya
hanya 1x (single dose) bukan berulang2, dan baru dibooster (diulang) jk dlm 1
minggu ke depan tetap ada ancaman prematur.
Semoga bermanfaat
“Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab” di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6
yang boleh diakses siapa saja. (gratis fitur 1), khusus kebidanan dan
kandungan.
My twitter @dokterbj
Tidak ada komentar:
Posting Komentar