Rabu, 20 Agustus 2014

Topik 104 : Teknik operasi kista



nn.F sudah ke dr.BJ dan diktkan ada kista 2 buah 5 cm dan 3 cm, yg berisi darah haid (kista endometriosis). Rencana tanpa operasi. Dilakukan terapi antioksidan dan hormonal 1 bulan disuruh kontrol. F tdk kontrol, 1 th kemudian F datang dgn perut sakit, usg kistanya membesar jadi 11 cm dan 7 cm, kista endometriosis kemungkinan terinfeksi atau terpuntir. Krn sakit dan kista sudah sedemikian besar, yg jk dibiarkan akan makin membesar dan merusak telornya yg akan mengganggu fungsi telor (susah hamil dan menopause dini) mk dianjurkan tuk operasi dgn teropong tuk memastikan jenis kista dan terpuntir atau tdk. Utk kasus kista endometriosis umumnya dokter kandungan akan melakukan operasi pengupasan kista, NAMUN khusus utk kasus ini krn masih nona mk jk dilakukan operasi spt itu akan banyak sel-sel telor yg rusak. Berdasarkan pertemuan COGI di Macau 2014 disarankan utk dilakukan 2 tahap operasi yaitu laparaskopi aspirasi tuk mengeluarkan semua isi kista, lalu diberikan injeksi GnRha 2-3x, spy kistanya mengecil dan dipantau pertumbuhannya, lalu dievaluasi dgn usg perlu atau tdk operasi kistektomi (operasi pengupasan kista).jk bisa dikontrol mk tdk perlu operasi. Dgn tahapan operasi ini mk bibit2 telor akan terselamatkan, shg tetap subur dan tdk cepat menopause. Pd teknik kistektomi (pengupasan) mk disarankan pd pangkal kista jangan dikupas ttp diablasi (dikauter) krn pd bagian pangkal tsb banyak sel-sel telor yg harus diselamatkan. setelah operasi, kista endometriosis punya kemungkinan kambuh (ada yg sampai 5x operasi, berulang2) mk harus dikontrol hormonnya di kadar "window th" dgn GnRha atau dgn Progesteron (yg diminum, disuntik maupun disusuk) tergantung jenisnya merah atau coklat. Kista ovarium sebagian besar tdk ganas, namun ada jg yg menjadi kanker. NOTE: teknik operasi dan pengobatan lanjutan menentukan keberhasilan pengobatan kista endometriosis

Semoga bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 28EF8EB6

My twitter @dokterbj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar