|
Ada seorang ahli agama yg berdoa: Ya Allah sy rajin berdoa dan puasa
seminggu 2x, sy bayar zakat, sy bukan penzinah dan bukan perampok dan bukan
jg spt pemungut cukai itu. Ada jg seorang pemungut cukai yg berdiri jauh2
bahkan ia tdk berani menengadah ke langit, melainkan dia memukul diri dan
berkata: Ya Allah, kasihanilah aku org berdosa ini. (Mana yg dibenarkan?
Pemungut cukai) Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan
barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Moral baik DAPAT terbentuk
kalau dididik dgn baik sejak kecil. Kalau anak dituntut berlebih spt pd nilai
akademis yg harus bagus, shg timbul rasa takut, khawatir, terancam, minder
inilah akar terbentuknya pribadi yg tdk sehat atau neurosis. (Ratna
megawangi, Kompas 3 juli'14) Dikasih contoh mahasiswa yg mau bunuh diri krn
dpt 1 nilai C, ditelusuri ternyata org tuanya selalu menuntut nilai sempurna
sejak masa kecil. Sekolahpun berperan besar dlm membentuk pribadi anak. Porsi
pelajaran yg begitu besar telah membuat anak stress, padahal sekolah
seharusnya jd tempat yg menumbuhkan kegembiraan, bukan ketakutan. Mk pola
pendidikan di sekolah harus diubah (porsi budipekerti EQ dan SQ ditambah,
jangan hanya fokus pd IQ) Pola pendidikan otoriter artinya anak harus
melakukan apa yg org tua katakan. Anak tak punya pilihan. Pola permisif
artinya tak ada aturan. Pola mengabaikan artinya tdk ada perhatian pd anak.
Yg ideal adl Pola demokratis, yakni tetap ada batasan dan aturan, ttp anak
punya keleluasaan dan dialog, lalu anak belajar ada konsekuensi, kata
Vera,psikolog UI Org tua sering mementingkan IQ tinggi (cerdas) padahal itu
baru 1 dr 3 bentuk kecerdasan, ada kecerdasan emosional (EQ) dan ada
kecerdasan spiritual (SQ), ketiganya mesti seimbang spy terbentuk manusia yg
bermoral baik, lemah-lembut dan rendah hati. Bisa empati thd orang lain.
Punya rasa malu shg tdk korupsi. Buahnya menunjukan jenis pohonnya.
Semoga bermanfaat
Pin Dr.BJ Club : 28EF8EB6
|
Rabu, 20 Agustus 2014
Topik 099: Manusia bermoral
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar