Rabu, 20 Agustus 2014

Topik 099: Manusia bermoral



Ada seorang ahli agama yg berdoa: Ya Allah sy rajin berdoa dan puasa seminggu 2x, sy bayar zakat, sy bukan penzinah dan bukan perampok dan bukan jg spt pemungut cukai itu. Ada jg seorang pemungut cukai yg berdiri jauh2 bahkan ia tdk berani menengadah ke langit, melainkan dia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku org berdosa ini. (Mana yg dibenarkan? Pemungut cukai) Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Moral baik DAPAT terbentuk kalau dididik dgn baik sejak kecil. Kalau anak dituntut berlebih spt pd nilai akademis yg harus bagus, shg timbul rasa takut, khawatir, terancam, minder inilah akar terbentuknya pribadi yg tdk sehat atau neurosis. (Ratna megawangi, Kompas 3 juli'14) Dikasih contoh mahasiswa yg mau bunuh diri krn dpt 1 nilai C, ditelusuri ternyata org tuanya selalu menuntut nilai sempurna sejak masa kecil. Sekolahpun berperan besar dlm membentuk pribadi anak. Porsi pelajaran yg begitu besar telah membuat anak stress, padahal sekolah seharusnya jd tempat yg menumbuhkan kegembiraan, bukan ketakutan. Mk pola pendidikan di sekolah harus diubah (porsi budipekerti EQ dan SQ ditambah, jangan hanya fokus pd IQ) Pola pendidikan otoriter artinya anak harus melakukan apa yg org tua katakan. Anak tak punya pilihan. Pola permisif artinya tak ada aturan. Pola mengabaikan artinya tdk ada perhatian pd anak. Yg ideal adl Pola demokratis, yakni tetap ada batasan dan aturan, ttp anak punya keleluasaan dan dialog, lalu anak belajar ada konsekuensi, kata Vera,psikolog UI Org tua sering mementingkan IQ tinggi (cerdas) padahal itu baru 1 dr 3 bentuk kecerdasan, ada kecerdasan emosional (EQ) dan ada kecerdasan spiritual (SQ), ketiganya mesti seimbang spy terbentuk manusia yg bermoral baik, lemah-lembut dan rendah hati. Bisa empati thd orang lain. Punya rasa malu shg tdk korupsi. Buahnya menunjukan jenis pohonnya.


Semoga bermanfaat
Pin Dr.BJ Club : 28EF8EB6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar