Kamis, 07 November 2013
Topik 042 : Menghadapi Kematian
"Apa yg harus dilakukan doc, dgn situasi keluarga yg sakit parah ini?"
Bbrp kali saya melihat bahkan menghadapi sendiri dimana timbul "pertengkaran" keluarga dan bahkan jadi permusuhan, krn adanya keluarga yg sakit berat. (Misalnya di icu) yg menderita penyakit berat, penyakit kronis.
Yg satu menghendaki pengobatan diteruskan sampai sehabis2nya, yg satu merasa sudah cukup penderitaan sang sakit. Mk timbullah kata2; "lebih sayang uang dari pada manusia". Bahkan sampai keluarga menjadi "jatuh" miskin krn biaya pengobatan.
Jika kematian sudah menjelang maka BOLEH menolak melanjutkan pengobatan yg hanya bertujuan memperpanjang hidup yg kritis dan membebani. Namun pengobatan yg wajar harus tetap diberikan (infus cairan. Makanan dan oksigen dan obat2 wajar).
Obat anti sakit diperbolehkan, namun hindari pemberian obat anestesi yg membuat tdk sadar terus menerus, spy jangan sampai meninggal dlm keadaan tdk sadar. Ia harus diberi kesempatan tuk mempersiapkan kematiannya secara sadar (Ibid)
Tidak memberikan apa yang luar biasa (ventilator, alat pacu jantung) yg mempercepat kematian tdk sama dgn euthanasia (tindakan dgn sengaja mempercepat kematian), melainkan suatu penerimaan kondisi manusia yg memang tdk sempurna dlm menghadapi kematian. (Deklarasi ttg euthanasia No.4)
Namun tidak boleh kita mengakhiri hidup sendiri maupun orang lain yg penderitaannya tdk sanggup kita tanggung, yg harus dilakukan adalah "menemani" dia dalam penderitaannya. Bersama-sama menerima penderitaan yg tak terobati ini dgn rendah hati, penuh iman dan harapan serta percaya akan Kasih dan Kuasa Sang Maha pencipta.
Saran: buatlah surat wasiat untuk kematian kita masing2, yg berisi kehendak dan harapan kita jika kita sakit parah atau mati. Spy tdk timbul perang saudara. (Contoh di bawah)
dokterbj.blogspot.com/2013/11/surat-wasiat.html
Pin:28EF8EB6 www.dokterbj.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar