Senin, 18 November 2013
Topik 014 (rev nov 2013): anak laki atau perempuan.
Setiap anak lahir mrpk pilihan.
Anak adalah karunia, manusia sering menyusahkan diri sendiri, yang berambut keriting mau diluruskan, yg lurus mau dikeriting, yang kulit putih dijemur2 sampai hitam, yang hitam digosok2 supaya putih. Demikian juga ttg anak, yg belum punya anak ingin punya anak, yang punya anak perempuan pingin anak lelaki, dan sebaliknya.
"Keinginan" dapat digunakan sebagai motivasi, asal merupakan keinginan yang baik dan benar, dan harus berpasrah dan bersyukur dengan apa yang didapat setelah berusaha dan bedoa.
Dikatakan bahwa sperma tuk anak laki Y lebih lambat geraknya jika dibandingkan sperma tuk anak perempuan (X), shg jika dibiarkan berlomba secara alami maka kebanyakan yg lahir adalah anak perempuan.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan probabilitas anak laki2 maka suami harus menahan diri untuk tidak mengeluarkan spermanya dimanapun selama 3 hari spy jumlahnya banyak, behubungan (ML) sedekat mungkin dgn masa subur dan berusaha mendekatkan sperma sedekat mungkin dengan telur, yaitu saat ejakulasi penis harus didorong sedalam mungkin ke dalam vagina. Posisi yg dianjurkan spy "dalam" adalah posisi misionari (saling berhadapan dgn pria di atas)
Untuk anak perempuan, kebalikannya, sesering mungkin ML spy encer, sejauh mungkin dengan massa subur dan sejauh mungkin menarik penis keluar dari liang V ttp tentu jangan sampai lepas dari sangkarnya.
Kedua: dengan pemilihan sperma saat preparasi pada proses inseminasi.
Ketiga: bayi tabung
Namun inseminasi dan bayi tabung menyalahi prinsip perkawinan yg unitif dan prokreatif, dimana anak mrpkan karunia dari hub sexual antara suami istri dalam perkawinan, bukan krn hasil suatu teknik.
Dan Yg paling penting adalah "berdoa" jangan hanya merem melek saat membuatnya.
Pin:28EF8EB6 www.dokterbj.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar