Rabu, 04 September 2013

Gejala Kehamilan Yang Tidak Boleh Diabaikan



Teks: Yatin Suleha

Bagaimana cara BuMil mengetahui apakah sakit yang dirasakan itu merupakan hal yang perlu penanganan segera ataukah tidak? Kondisi BuMil memang perlu perhatian ekstra ya Moms. Lalu apa saja yang termasuk kondisi yang harus Moms perhatikan? Well, simak yuk Moms penjelasan dari dokter Budiman Japar, SpOG berikut ini.

Kondisi BuMil Yang Perlu Penanganan Segera
Ada 4 hal secara garis besar yang perlu BuMil perhatikan untuk ditangani medis segera, antara lain:
  1. Timbul mulas yang teratur, periodik dan sifatnya progresif. Mulas yang BuMil rasakan adalah mulas yang muncul dan hilang secara terus menerus secara teratur misalnya 55 menit, turun menjadi 44 menit kemudian 30 menit dan seterusnya semakin cepat dan semakin progresif semakin kuat semakin cepat maka BuMil harus segera ke rumah sakit terdekat.
  2. Keluar air yang banyak hingga mencapai pakaian luar yang basah. (jika hanya pakaian dalam saja yang basah artinya belum dalam kondisi darurat).
  3. Keluar darah.
  4. Gerak bayi yang berkurang. Kira-kira bayi bergerak 7-10 kali dalam 24 jam (kurang lebih 3 jam sekali). Jika BuMil merasakan biasanya bayi bergerak namun tiba-tiba kurang atau tidak bergerak sama sekali sebaiknya harus segera ke rumah sakit untuk dievaluasi kehamilannya.

Yang Biasa Terjadi Pada Kondisi BuMil
Trimester Satu
Perdarahan. Alasannya karena bayi masih baru dan belum kuat. Bayi baru kuat ditunjang oleh ari-arinya kalau sudah 16 minggu (4 bulan). Pada usia 16 minggu besar ari-ari sudah maksimal walau belum optimal fungsinya, karena fungsinya baru optimal jika sudah berusia 20 minggu. Diantara usia 0-20 minggu ini Moms jika rahim tidak kuat, maka bisa terjadi perdarahan atau yang biasa disebut dengan abortus. Dengan tahapan-tahapan abortusnya serta macam-macam abortusnya, dari mulai  ancaman abortus, abortus  incomplete sampai abortus complete. Perdarahan juga termasuk kasus yang paling sering terjadi, so Moms mulai bisa aware ya.
Trimester Dua
Kontraksi. Pada usia trimester kedua kehamilan sudah mulai membesar. Semakin besar rahim maka semakin sensitif terhadap kontraksi. Lebih mudah untuk mulas dan mulai timbul ditrimester dua dan tiga. Karena semakin besar kehamilan maka rahim semakin membutuhkan banyak oksigen, jika suplainya kurang atau terjadi infeksi maka timbul kontraksi hingga bisa lahir prematur. Jika mulas dibiarkan terus akhirnya bisa lahir prematur.
Trimester Tiga
Perdarahan, kontraksi, pecah ketuban serta tendangan bayi yang berkurang. Dan yang paling sering terjadi adalah pada BuMil di trimester ketiga. Pada trimester ketiga ini perdarahan yang terjadi berbeda dengan perdarahan pada trimester satu. Pada trimester ketiga, perdarahan bisa terjadi karena letak plasenta yang abnormal mulai ada pembukaan rahimnya. Jika plasentanya terletak tidak normal misalnya di bawah, terbuka mulut rahim maka terjadi perdarahan. Banyak atau tidaknya perdarahan tergantung besarnya pembukaan. Semakin besarnya bayi maka tekanan di dalam rahim itu (tekanan air ketuban itu) semakin tinggi. Jika misalnya balon ketuban ada luka maka bisa pecah karena tekanan air ketuban karena bayi besar maka air ketuban bisa pecah. Pada trimester ini juga bisa Moms lihat pergerakan bayi yang berkurang. Jika suplai oksigen bayi berkurang karena sang Ibu kurang darah (anemia), kurang minum, atau ada masalah dengan ari-arinya, pengapuran atau tali pusatnya yang tidak baik, atau bayi terlilit tali pusat maka bisa membuat suplai oksigen ke bayinya berkurang sehingga pada awalnya bayi seperti orang yang tercekek yaitu bayi bergerak cepat lebih cepat dari biasanya namun semakin lama semakin lambat. Proses dari pergerakan yang lebih cepat dari biasanya dan semakin melambat ini harus bisa dirasakan oleh Ibu, jika tidak maka bayi bisa meninggal di dalam karena terlambat menolongnya. Kontraksi juga termasuk kasus yang paling sering terjadi ya Moms, so Moms mulai bisa aware ya.

Membuat BuMil Panik
Hampir semua kondisi ditiap trimester bisa membuat BuMil panik, namun yang paling membuat BuMil panik adalah pecah ketuban dan perdarahan. Dan yang paling tidak membuat panik adalah pergerakan bayi karena biasanya BuMil jarang memperhatikan gerak bayi dalam kandungan. So, BuMil sebaiknya mulai konsen ya untuk memperhatikan berapa banyak gerakan dan keaktifan si kecil di dalam kandungan.

Harus Segera Ke Rumah Sakit Jika?
Jika BuMil mengalami perdarahan tanpa harus menunggu lama lagi harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis. Mengapa Moms? Hal ini karena mengancam dua pihak, yaitu Moms sendiri serta bayinya. Jika kontraksi dan ketuban pecah hanya mengancam sang bayi saja, namun untuk perdarahan dapat mengancam Ibu serta bayinya. BuMil juga harus mampu membedakan  spotting (jumlah darah yang berupa titik-titik kecil) dengan perdarahan yang lebih banyak ya. Karena spotting itu jumlah darah yang keluar sedikit berupa spot kecil dan bukan bleeding (perdarahan). Namun BuMil juga mesti waspada dengan spotting yang semakin lama semakin banyak ya, jika ini terjadi juga cukup berbahaya ya Moms. Spotting yang hanya terjadi sebentar lalu menghilang artinya recovery bisa kemungkinan tidak berbahaya ya Moms. Walau tidak berbahaya namun sebaiknya harus tetap pergi ke rumah sakit ya Moms untuk dievaluasi.

Kenali Tanda Hartman
Tanda hartman adalah tanda (spot darah) yang timbul karena bayi tertanam di dalam rahim lalu keluar darahnya sedikit. Tanda hartman ini normal pada kehamilan awal, spotting pada kehamilan awal yang masih dalam batas normal. Diperlukan untuk diperiksa ke rumah sakit karena BuMil tidak bisa membedakan apakah spotting terjadi karena tanda hartman atau spotting karena hal yang lainnya untuk itu tetap harus diperiksa ke rumah sakit untuk dilihat penyebabnya.

Tip BuMil Perhatikan Tanda Bahaya  

  • Setiap ada perdarahan harus segera ke rumah sakit.
  • Setiap ada cairan keluar (yang basah hingga ke pakaian luar) harus segera ke rumah sakit karena kemungkinan pecah ketuban.
  • Mulas yang periodik dan progresif harus segera ke rumah sakit.
  • Gerak bayi yang berkurang juga harus segera ke rumah sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar