Kenali Pelbagai Masalah Kehamilan
di Trimester 3
Berdasarkan data WHO terdapat
sekitar 160 juta perempuan hamil di seluruh dunia. Sebagian besar kehamilan
berjalan aman. Namun, sekitar 15 persen menderita komplikasi berat dengan
sepertiganya merupakan komplikasi yang mengancam jiwa ibu. Tak heran bila para
ibu di Trimester ketiga ini khawatir tentang kehamilannya. Seperti apakah
masalah-masalah mereka? Simak penjelasannya dari Dr. Budiman Japar, SpOG,
dokter obgin dari RS Royal Taruma, Jakarta Barat.
Perdarahan
Q: Baru-baru
ini, saya mengalami flek darah. Apakah saya akan mengalami persalinan lebih
cepat?—Fania Setyowati (31 tahun),
usia kehamilan 32 minggu.
A: Sebenarnya, Ibu mesti waspada jika
terjadi perdarahan, entah itu trimester 1, trimester 2, dan trimester 3 karena perdarahan
tersebut berisiko terhadap janin. Nah, perdarahan ringan yang terjadi antara
usia kehamilan 20-37 minggu dapat mengindikasikan persalinan prematur.
Ada beberapa kemungkinan
penyebab terjadinya perdarahan pada trimester tiga ini, antara lain Solutio Plasenta, lepasnya plasenta sebelum waktunya yang dapat
disebabkan oleh benturan hebat pada perut atau ibu hamil dengan tekanan darah
tinggi. Namun, dapat juga disebabkan oleh Placenta
Previa, letak plasenta yang menutupi
jalan lahir.
Kapan ke dokter? Mengingat perdarahan pada
kehamilan itu sebagai “alarm” tanda bahaya, sebaiknya ibu hamil segera memeriksaan
diri ke dokter.
Tip: Rajinlah berkonsultasi dengan dokter obgin.
Boks
Timbul flek, Segera Konsultasikan ke Dokter
Univeristy of Maryland Medical Center menyatakan bahwa antara 20 persen
dan 30 persen perempuan mengalami perdarahan dari vagina pada 20 minggu pertama
kehamilan. Lalu, lebih dari 10 persen perempuan mengalami perdarahan dari vagina
pada trimester ketiga. Meski kerap dianggap bagian normal dari proses kehamilan,
mungkin saja hal itu menunjukkan komplikasi. Sehingga, Anda mesti melaporkan
perdarahan vagina ke dokter Anda.
American Congress of Obstetricians and Gnynecologist (ACOG) menegaskan agar
Anda segera menghubungi dokter bila terjadi perdarahan semasa hamil.
Selaras dengan ACOG, Dr. Budiman berkata,“Sedikit atau banyak darah keluar
dari vagina, segera periksa ke dokter obgin.”
Preeklamsia
Q: Entah
mengapa saya tiba-tiba mengalami pusing yang hebat, ternyata setelah diperiksa,
saya mengalami tekanan darah tinggi. Apa yang mesti saya lakukan?—Sarah Praditha
(28 tahun), usia kehamilan 29 minggu.
A: Preeklamsia
atau keracunan kehamilan ialah kondisi yang dicetuskan oleh meningkatnya
tekanan darah (hipertensi) dan ditemukannya protein dalam air seni. Ibu hamil
yang mengalami preeklamsia dapat mengalami sakit kepala, kenaikan berat badan
yang cepat, demam, muntah, dan gangguan penglihatan, kadang disertai kejang
yang disebut eklamsia.
Komplikasi ibu yang
mengalami preeklamsia ialah stroke dan penimbunan cairan dalam paru-paru. Sedangkan
pada janin ialah gangguan pertumbuhan janin dan rahim, serta kelahiran prematur.
Kapan ke dokter? Mengingat risiko preeklamsia itu
sebaiknya ibu hamil tetap melakukan pengawasan kehamilannya kepada dokter.
Tip: rajinlah memeriksakan diri ke dokter obgin.
Eklamsia
Q: Dulu saat anak
melahirkan anak pertama, saaya melahirkan pada usia kandungan 7 bulan karena
eklamsia bahkan hingga kejang-kejang. Sekarang, saya hamil anak kedua, dok apakah
eklamsia akan muncul kembali?—Maya
Ayu Safitri (27 tahun), usia kehamilan 34 minggu.
A: Eklamsia ialah
kejang dalam kehamilan. Timbul
pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Biasanya, eklamsia ini akibat faktor
genetik bernama V Leiden. Sayangnya, hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya.
Salah satu pendukung perjalanan
penyakit ini adalah terbentuknya radikal bebas pada ibu hamil. Sehingga, salah
satu penanganannya ialah obat antioksidan.
Kapan ke dokter? Jika ibu hamil mengalami
preeklamsia, segera ia dibawa ke UGD bila timbul pandangan kabur, sakit kepala
tak membaik, dan sakit pada ulu hati.
Tip: Rajinlah memeriksa tekanan darah dan urin sesuai anjuran adokter, dan
hindari stres.
Kontraksi
Perut
Q:
Saya ibu hamil bekerja.
Sudah belakang ini, saya merasa kontraksi bila pulang kantor di kereta listrik.
Sebenarnya, apakah itu sebagai tanda saya akan melahirkan?—Dewi Ayu (33 tahun), usia kehamilan 36 minggu.
A: Bila ibu mengalami kaku pada
rahim yang timbul dan hilang secara tidak beraturan disebut kontraksi palsu
(Braxton Hicks). Namun, bila kontraksi semakin sering dengan interval pasti dan
bersifat progresif, misalnya 25 menit sekali atau lebih cepat lagi dinamakan
kontaksi asli. Hal itu
dapat menandakan waktu persalinan semakin dekat.
Kapan ke dokter? Segera hubungi dokter bila mengalami kontraksi lebih
dari enam kali dalam satu jam, meski Anda telah beritirahat dan minum air.
Tip: Cobalah
rileks dan tenang saat terjadi kontraksi. Selain itu, istirahatlah cukup.
Air
Ketuban Pecah Dini
Q: Tiba-tiba saya mengeluarkan
cairan, padahal rasanya saya tak ingin berkemih. Dok, sebenarnya apa yang
terjadi?—Dini Pustika Sari (29 tahun),
usia kehamilan 35 minggu.
A: Coba perhatikan apakah cairan
itu hanya membasahi celana dalam saja atau sampai pakaian luar. Selain itu, coba
amati apakah Anda merasakan aliran air yang mengalir secara terus-menerus dan
tidak dapat ditahan. Bila Anda merasakan cairan merembes hingga pakaian luar
dan terjadi terus menerus itu artinya Anda mengalami pecah ketuban dini. Hal
tersebut mesti diwaspadai karena dapat menginfeksi janin.
Kapan ke dokter? Segera periksa ke dokter bila merasakan cairan keluar
dari vagina dalam jumlah banyak dan tak terkontrol. Tujuannya, agar pecahnya
atau merembesnya air ketuban dapat segera diatasi.
Tip: Jagalah kebersihan vagina.
Gerakan Janin
Q: Dok, Gerakan janin pelan, saya
takut. Tapi di sisi lain, perut sakit akibat gerakan bayi yang terlalu kencang,
saya juga khawatir—Helma Perangin (37 tahun), usia
kehamilan 29 minggu.
A: Selama Anda merasakan adanya
gerakan janin, apakah gerakan itu pelan atau kencang adalah hal yang wajar.
Meski begitu, Anda mesti menentukan waktu penghitungannya. Misalnya saja, pada
pukul 10 pagi, catatlah berapa lama untuk mencapai 10 kali gerakan. Bila dalam
tempo 8 jam, atau pada pukul 6 sore tidak mencapai jumlah yang sama, sebaiknya pasien
melakukan tes, seperti tes rekam jantung janin dengan alat kardiotokografi
(CTG) untuk mengetahui kesejahteraan janin.
Gerakan janin yang konsisten
pada trimester ketiga menandakan janin dalam kondisi sehat. Sebaliknya, menurunnya
gerakan bayi secara mendadak, sebagai tanda terganggunya kesejahteraan janin.
Kapan ke dokter? Segera pergi ke dokter untuk memeriksa
kondisi janin Anda bila tiba-tiba gerakan janin lebih cepat atau lebih lambat
dari waktu perhitungan biasanya. Atau setelah Anda mencoba mengistirahatkan
tubuh selama satu sampai dua jam, namun masih terjadi perubahan intensitas
gerakan janin secara drastis.
Tip:
§
Kenali gerakan janin Anda,
amati pola gerakannya, sehingga Anda dapat menyadari bila ada perubahan gerakan
janin.
§
Sebaiknya jangan
membandingkan gerakan janin Anda dengan ibu hamil lainnya karena setiap janin
memiliki pola gerakan yang berbeda.
Boks
Lakukan Antenatal Care Demi Pantau Kondisi Janin
Centers for Disease Control and
Prevention (CDC) mengatakan bahwa komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan
yang terjadi selama kehamilan. Oleh karena itu, disarankan betapa pentingnya
perempuan berkonsultasi sebelum dan setelah hamil untuk mengurangi risiko
komplikasi kehamilan.
Senada dengan CDC, Dr. Budiman juga
mengungkapkan pentingnya Antenatal Care.
“Terdapat beberapa hal yang diperiksa dalam antenatal care. Sebut saja,
perkembangan janin sesuaikah dengan usianya; perkembangan berat badan janin;
kecukupan air ketuban; kondisi plasenta ibu; pasokan aliran darah di tali pusat ke janin;
dan frekuensi detak jantung janin,” jelas Dr. Budiman.