Minggu, 08 Desember 2013

Topik 052 : Perlukah Skrining Kelainan Janin?


  
Bbm dari teman group kita: Saya pernah aborsi atas persetujuan dokter kandungan saya krn bayi yg saya kandung mengalami kelainan mulai dr kepala tanpa batok, tgn tdk ada satu, bibir sumbing dan perut tdk ada pembungkus nya. dok, apa kah itu dosa krn sampai saat ini klo saya ingat itu saya sll sedih. Tp skrg saya sdh punya anak yg berumur 33 bln.

Hal senada sering saya dengar dari pasien2 yg pernah aborsi dgn berbagai alasan, yg paling sering adl alasan: belum siap.

Hidup adalah pilihan, dan memutuskan untuk aborsi pun adalah pilihan hidup, namun kalau dilakukan aborsi rasanya kurang "gagah" IMAN kita, maunya hanya yg bagus2 saja. Untung orang tua kita, masyarakat dan Allah Yg Maha Esa menerima kita, kalau tdk pasti kita dulu juga sudah di aborsi, dan tidak dilahirkan. Termasuk skrining kelainan saat hamil, banyak yg tdk dapat kita koreksi, seperti down syndrom kalau ketemu saat hamil, tdk bisa di perbaiki, lalu apa gunanya? Di aborsi? Malah membuat ibu gelisah selama hamil. Sebenarnya yg terbijak adl:"terimalah apa diberi" Krn hidup adl HAK setiap janin, apapun kondisinya, dan siapapun tdk berhak merebutnya.

Biasanya pasienku mengatakan "kasihan dia doc kalau lahir dgn cacat", sebenarnya kita kasihan pada bayi kita atau kita kasihan pada diri kita sendiri? Krn kt kasihan dia lalu kita "bunuh"? Tp tdk penting sedalam apa kesalahan kita atau dimana kita sekarang, yg penting adalah menuju kemana kita sekarang, apakah arah kita benar atau tidak, yg penting bertobat dan tdk melakukan lagi. Ngakulah dosa dan minta pengampunan. Dosa itu seperti kerikil kecil dalam sepatu- yang membuat jalan hidup kita jadi tidak "nyaman". Jadi keluarkan kerikil itu dgn bertobat. Kalau Kita jatuh dalam lubang, Jangan menggali lebih dalam lagi, diam dan pikirkan jalan keluar.


Pin Dr.Bj Club: 285A2085 www.dokterbj.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar