Bbm dari teman group kita: Saya pernah aborsi
atas persetujuan dokter kandungan saya krn bayi yg saya kandung mengalami
kelainan mulai dr kepala tanpa batok, tgn tdk ada satu, bibir sumbing dan perut
tdk ada pembungkus nya. dok, apa kah itu dosa krn sampai saat ini klo saya
ingat itu saya sll sedih. Tp skrg saya sdh punya anak yg berumur 33 bln.
Hal senada sering saya dengar dari pasien2 yg
pernah aborsi dgn berbagai alasan, yg paling sering adl alasan: belum siap.
Hidup adalah pilihan, dan memutuskan untuk
aborsi pun adalah pilihan hidup, namun kalau dilakukan aborsi rasanya kurang
"gagah" IMAN kita, maunya hanya yg bagus2 saja. Untung orang tua
kita, masyarakat dan Allah Yg Maha Esa menerima kita, kalau tdk pasti kita dulu
juga sudah di aborsi, dan tidak dilahirkan. Termasuk skrining kelainan saat
hamil, banyak yg tdk dapat kita koreksi, seperti down syndrom kalau ketemu saat
hamil, tdk bisa di perbaiki, lalu apa gunanya? Di aborsi? Malah membuat ibu
gelisah selama hamil. Sebenarnya yg terbijak adl:"terimalah apa
diberi" Krn hidup adl HAK setiap janin, apapun kondisinya, dan siapapun
tdk berhak merebutnya.
Biasanya pasienku mengatakan "kasihan dia
doc kalau lahir dgn cacat", sebenarnya kita kasihan pada bayi kita atau
kita kasihan pada diri kita sendiri? Krn kt kasihan dia lalu kita
"bunuh"? Tp tdk penting sedalam apa kesalahan kita atau dimana kita
sekarang, yg penting adalah menuju kemana kita sekarang, apakah arah kita benar
atau tidak, yg penting bertobat dan tdk melakukan lagi. Ngakulah dosa dan minta
pengampunan. Dosa itu seperti kerikil kecil dalam sepatu- yang membuat jalan
hidup kita jadi tidak "nyaman". Jadi keluarkan kerikil itu dgn
bertobat. Kalau Kita jatuh dalam lubang, Jangan menggali lebih dalam lagi, diam
dan pikirkan jalan keluar.
Pin Dr.Bj Club: 285A2085 www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar