Banyak pasien yg
mengatakan:" saya sudah makan obat ini doc, atau sudah masukkan obat ini
doc, tapi tdk sembuh"dan bla... Bla....
Dalam
satu tahun ini
Ada 2 kasus yang mencengangkan, yang berhubungan dengan pemakaian obat, untuk kasus ini ttg obat diet.
Ada 2 kasus yang mencengangkan, yang berhubungan dengan pemakaian obat, untuk kasus ini ttg obat diet.
1. Nn
20an tahun yang mengalami pembusukan hampir semua ususnya, dirujuk ke sakit dgn sakit perut, saat saya
dikonsulkan dengan dugaan hamil diluar kandungan ternyata didapatkan usus yang
membiru hampir seluruh bagian, yang akhirnya oleh dr.ibrahim dan dr.emerson di
lakukan pemotongan usus. Dan selanjutnya seumur hidup kemungkinan wanita muda
ini tidak bisa makan seperti biasa lagi ttp makan lewat infusan seumur hidup.
2. Nn 25 th, seorang dokter
muda,dikirim ke karena kedapatan
tidak sadarkan diri di kostnya. dari CT scan otak didapatkan otak membengkak,
dengan kesadaran yang tdk kunjung membaik, sekarang dalam perawatan vegetatif.
Didapatkan riwayat minum obat diet dan suntik obat diet di daerah perut.
Logikanya, obat diet yang
dipakai kemungkinan memperkecil diameter pembuluh darah mesenterium usus,
supaya makanan yang terserap menurun shg jadi ramping. Mungkin krn dosis yang
berlebih shg penyempitan pembuluh darah tersebut berlebih shg suplai darah ke
usus berkurang atau terhenti, mk timbullah pembusukan. Dan pada dokter muda itu
kemungkinan efek penyempitan pembuluh darah itu terjadi juga pada otak, shg
otak kekurangan oksigen membengkak dan kesadaran menurun.
Jadi
minumlah obat sesuai petunjuk dokter, jangan jadi dokter sendiri.
Setiap obat punya cara minum
yg berbeda, reaksi dan komplikasi serta dosis yg berbeda. Obat adalah racun
jika tdk tepat pemakaiannya. Dan bisa resisten jika antibiotik diminum tdk
cukup lama dan takarannya.
Jangan percaya kata org atau
kata TV, harusnya menkes & menkoinfo bertanggung jawab thd kebenaran isi
berita pengobatan di TV & radio.
Semoga
Bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 285A2085
Tidak ada komentar:
Posting Komentar