Senin, 21 Oktober 2013

Topik 039:lahir prematur



Rahim ibu hamil membesar sesuai dengan usia kehamilan. Makin besar rahim maka beban yg dipikul oleh ibu bertambah, membuat badan mau jatuh ke depan,mk refleks tubuh menarik badan ke belakang, shg timbullah nyeri punggung. Dan ibu menjadi "mudah" jatuh krn unstable condition. 

Besarnya rahim juga membuat rahim menjadi mudah kontraksi karena tegangan rahim membuat rahim relatif hipoksia (kurang oksigen). Termasuk semua keadaan yg mengurangi suplai oksigen ke rahim (spt: anemia, dehidrasi krn diare atau kurang minum, ada kelainan paru jantung ibu) dapat menimbulkan kontraksi, yg jika dibiarkan bisa lahir prematur. Namun 60% kontraksi timbul krn adanya infeksi. Sehingga pada ibu hamil yg mengalami bakteriuria meskipun asimtomatis (ada kuman di kencing tanpa keluhan) harus diobati.  

Kontraksi jika terjadi pada kehamilan kurang dari 35 minggu, mk kehamilan harus dipertahankan dgn obat dan diberi pematangan paru, jika sudah lebih 35 minggu (bayi di atas 2 kg)  mk sikap dokter adalah ekspektatif (hanya observasi). Kontraksi jg dapat terjadi jika ada tumor dalam kehamilan. 

Kehamilan prematur yg berulang dapat juga disebabkan krn lemahnya mulut rahim (inkompetensia serviks). Yang terjadi krn kurangnya kolagen pada serviks, normalnya serviks 80% kolagen 20% otot. Dgn jumlah kolagen yg kurang, mk saat bayi membesar, serviks tdk kuat menahan beban itu jd membuka dan lahirlah prematur. Kolagen akan hancur krn adanya prostaglandin yg meningkat pada hamil aterm juga pada proses infeksi.

Lalu bagaimana: 1.jika punya riwayat prematur, hati-hati. 2.jika kontraksi lapor dokter, jangan ML, jangan capek, 3.minum air cukup,istirahat jika kontraksi. 4. Ikat mulut rahimnya (sirklase) jika perlu. 

Lengkapnya baca di : http://dokterbj.blogspot.com/2013/06/kapan-bumil-harus-bedrest.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar