Wanita hamil (bumil) memiliki resiko 2-10% terkena infeksi saluran kemih
tanpa gejala (Bakteriuria Asimptomatik/BAS). 30% bumil yg mengalami BAS dan tdk
diobati akan berkembang menjd infeksi dgn gejala demam dan nyeri pinggang. Yg
jika memberat dpt menginfeksi ginjal (pyelonefritis) yg mengancam nyawa selama
hamil spt timbulnya sindroma gagal nafas dan renjatan septik (kuman yg
menyebar). BAS jg meningkatkan persalinan prematur.
Yg harus diperiksa utk deteksi dini adalah : urinalisa, LEA dan nitrit, kalau
perlu pewarnaan gram.
pemberian antibiotik oral secara akurat 7 hr dpt mensterilkan urin 65-90%
pasien dgn BAS dan mencegah pyelonefritis 85%.
Penyebab terbanyak adalah E coli.
Kalau biakan negatif mk tdk perlu pantau lebih lanjut krn resiko jd simptomatikknya
hanya 0,2-2%.
Jd setiap pasien hamil harus di cek, jk bateriuria (-) mk tdk ada tindakan,
jk bateriuria (+) / E coli > 10 pangkat 5/ml beri antibiotik 7 hr. Ulang
jika (-) ulang 4-6 minggi (dipstik urin) jk (+)=reinfeksi -> antibiotik
profilaksis.
Jk (+) (gagal/relaps) ->ulangi th 1-2x.
Semoga bermanfaat
“Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab”
di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6 yang boleh diakses
siapa saja. (gratis fitur 1), khusus kebidanan dan kandungan.
www.dokterbj.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar