Kamis, 06 November 2014

Topik 123 : Operasi kista ovarium



Jika kista ovarium TERPAKSA dioperasi, mk ada 2 teknik cara operasi : yaitu laparatomi atau laparaskopi.
Laparatomi artinya dokter akan membuka perut selebar 5-15 cm tergantung besar dan jenis kista, dgn cara spt sesar (menembus 6 lapis). Sayatannya bisa melintang spt sc umumnya, bisa jg vertikal dari udel sampai rambut pubis, tergantung jenis dan besar kista serta beratnya perlengketan kista dgn usus dan organ lainnya.
Laparaskopi adl teknik dgn memasukkan kamera kecil lewat lubang kecil di perut, dan bbrp lubang kecil lainnya. Shg dokter dpt melihat dgn kamera apa jenis kelainannya dan dimana kelainannya, serta menilai apakah bisa dilanjutkan dgn teropong atau harus dibuka spt biasa.
Kista dpt diangkat dgn teknik;
Kistektomi (angkat kistanya saja), eksisi baji (mengambil kista dan sebagian ovarium yg tdk normal) atau teknik oovorektomi (angkat kista bersama dgn seluruh ovariumnya, bisa sebelah saja bisa juga kedua2nya jk dicurigai ada kelainan). Jk kistanya ganas (kanker/ curiga kanker) mk tekniknya adalah laparatomi radikal , artinya dokter  mengangkat kista berserta kedua ovarium, rahim dan mulut rahim, jk perlu omentum dan usus buntunya. Demi utk mengangkat semua sel kanker dan utk menentukan stadium,sampai dimana penyebarannya. Hal ini mempengaruhi keberhasilan pengobatan dan kemungkinan kambuh kembali.
Operasi kista ini mempunyai resiko komplikasi spt operasi kandungan pd umumnya : yaitu resiko pembiusan, cidera kena kandung kencing, usus, perdarahan dan infeksi hingga kematian.

Semoga bermanfaat

“Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab”
di Dr. BJ Education Club via BBM  28EF8EB6  yang boleh diakses siapa saja.  (gratis fitur 1), khusus kebidanan dan kandungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar