Senin, 27 Oktober 2014

Topik 118 : Baby Blues



Memiliki bayi adalah kebahagiaan bagi keluarga, ttp pd wanita tertentu dpt terjadi perasaan sedih, tdk gembira, gelisah dan suka menangis, susah tidur, sulit konsentrasi yg disebut baby blues. Memang memiliki bayi penuh dgn stress, walaupun kita sangat mencintai dan sangat menginginkan bayi kita, hal ini karena pengaruh hormonal! Perubahan fisik, stress punya bayi dan ritme hidup kita berubah krn kehadiran bayi yg dpt menimbulkan baby blues. Baby blues adalah gejala normal, yg akan menghilang setelah kadar hormon kembali ke level normal. namun jk dlm bbrp minggu gejala ini tdk menghilang atau memberat, mk kita memasuki fase depresi yg harus segera diatasi spy tdk memburuk. Baby blues dpt segera teratasi dgn normalnya hormonal dan dipercepat krn support dr suami dan keluarga, istirahat yg cukup dan biasanya tdk memerlukan pengobatan khusus. Pola tidur ibu harus SAMA dgn pola tidur bayi, kalau bayi tidur mk ibu harus segera tidur, kalau bayi bangun ingin menyusu mk ibu bangun, ttp kalau bayi bangun krn pipis atau hal yg lain, mk menjd tugas ayah utk bangun mengurus sang bayi. Dgn support dr suami ini mk dpt mengatasi baby blues. Baby blues yg tdk diatasi dpt memberat menjd depresi dimana ibu merasa tdk tertarik pd bayinya, mempunyai pikiran negatif ttg bayinya, takut menyakiti bayinya, tdk merasa bahagia, lelah dan tdk bermotivasi, susah tidur. Bahkan dpt jd psychosis, timbul halusinasi (mendengar atau melihat sesuatu), paranoid, gelisah, disorientasi, mood yg berubah2, sampai berpikiran menyakiti bayi atau diri sendiri. Jadi harus cukup tidur (8 jam penuh), manjakan diri sesaat (salon), makan yg sehat, mandilah cahaya matahari, olah raga ringan bersama suami, sharing perasaan kt jangan disimpan, join group busui, cari pengasuh bayi, jangan kerjakan sendiri semua), tunda sex jk belum nyaman Tdk membaik? Cari dokter anda.

Semoga bermanfaat
pin Dr.Bj Club: 28EF8EB6

My twitter @dokterbj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar