Rabu, 28 Agustus 2013

Kanker Rahim (Topik 010)


Setiap wanita saat dilahirkan mempunyai 2 ovarium, setiap bulan dipilih 3-10 butir telur untuk dimatangkan, dan hanya 1 (kadang 2-3) telur yang menjadi matang dan akan menjadi bayi jika dibuahi.
Setelah usia 40 tahunan makan tinggal sisa-sisa telur yang ada, yang kadang berhasil ditetaskan kadang gagal. Jika gagal maka hormon menjadi tidak stabil, estrogen > progesteron (unopposed estrogen), hal ini menyebabkan timbulnya penebalan rahim (hiperplasia), sehingga haid makin banyak dan makin lama (tanda ada penebalan). Harusnya usia makin tua, haid makin sedikit dan makin jarang.
Penebalan rahim jika dibiarkan terus menerus akan terjadi perubahan sifat cell, dari simple, komplek, atipik lalu jadi kanker endometrium. Jadi diperlukan terapi menyeimbangkan hormon supaya tidak terjadi penebalan yang tidak terkontrol. Untuk melihat ada tidaknya penebalan, dilakukan dengan USG.
Semoga bermanfaat
Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab”
di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6 yang boleh diakses siapa saja gratis, khusus kebidanan dan kandungan.


SMS : 085888636868
phone : 021-56981846
Fax : 021-56981847
Persembahan BJ Medical Center

Kista Ovarium (Topik 009)


Telur wanita (ovarium) berpotensi untuk menjadi kista, membesar karena berbagai proses sehingga berisi: darah haid (kista endometriosis), berisi air saja (kista fungsional serosum), berisi rambut, tulang, gigi dan lemak (kista dermoid), berisi lendir (kista mucinosum), berisi nanah (kista terinfeksi), ataupun berisi daging yang ganas (kanker ovarium).
Hal ini dapat terjadi karena ovarium merupakan bagian tubuh wanita yang dipengaruhi oleh hormon dari otak dan menghasilkan hormon kewanitaan sehingga sangat responsif.
oleh karena itu perlu secara rutin melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa ovarium dalam keadaan normal. Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan USG (lewat perut, vagina ataupun dubur jika diperlukan bagi yang virgin). Kadang diperlukan pemeriksaan dengan operasi laparaskopi (teropong) untuk ketepatan diagnosis.
Kapan perlu periksa? Kapan saja dari saat akil baliq hingga selama masih wanita (seumur hidup).
Periksalah minimal setahun sekali meskipun tidak ada gejala (USG kandungan dan papsmear)

Ini pengalaman salah satu teman yang mengalami kista: http://karenaakukatolik.wordpress.com/2010/10/
Semoga bermanfaat
Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab”
di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6 yang boleh diakses siapa saja gratis, khusus kebidanan dan kandungan.


SMS : 085888636868
phone : 021-56981846
Fax : 021-56981847
Persembahan BJ Medical Center

Urut Turun Peranakan (Topik 007)



Turun peranakan adalah turunnya posisi rahim karena kendornya otot penyanggah. Kendornya otot penyanggah karena habis melahirkan, usia tua atau terlalu banyak anak.
Sering pasien bilang, diurut untuk menaikkan rahim yang turun.
Faktanya adalah : peranakan yang turun TIDAK mungkin diobati dengan diurut.
Kendornya otot penyanggah dapat coba diperbaiki dengan senam kegel.
Turunnya peranakan karena melahirkan akan kembali normal setelah 3 bulan. JIka karena usia tua atau karena rusaknya otot penyanggah maka akan dipasang ring intra vagina (pesarium) atau dioperasi.

Semoga bermanfaat
“Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab”
di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6 yang boleh diakses siapa saja gratis, khusus kebidanan dan kandungan.


SMS : 085888636868
phone : 021-56981846
Fax : 021-56981847
Persembahan BJ Medical Center

Rumput Fatimah (Topik 005)


Melahirkan adalah proses alamiah dengan resiko rendah, namun menjadi berbahaya bagi ibu dan janin karena “intervensi” yang berlebihan biasanya karena ketidak-tahuan,atas saran orang lain, yang bukan ahli dibidangnya.
Ditemukan beberapa kasus timbulnya perdarahan hebat dan gawat janin karena lepasnya ari-ari akibat kontraksi rahim yang berlebihan pada pemakaian minuman dari “Rumput Fatimah”, yang diminum oleh pasien untuk mempercepat proses persalinan. Namun harus disadari bahwa dosis yang tepat belum diketahui sehingga berbahaya untuk keselamatan. (Bahkan hal ini terjadi pada perawat saya sehingga terpaksa dioperasi untuk menyelamatkan).
Kasus yang berikutnya adalah pemakaian “Phien Zhe Huang” pos operasi sesar. Pada beberapa kasus menimbulkan perdarahan yang lebih banyak, bahkan ada yang menyebabkan lebam biru yang luas pada sayatan operasi caesar, yang menyebabkan luka terbuka dan infeksi. Bahkan dapat menyebabkan timbulnya perdarahan didalam rahim yang menyebabkan pengangkatan rahim pasca operasi sesar.
Kasus lainnya adalah pemakaian obat untuk menggugurkan kandungan, yang awal mulanya merupakan obat sakit lambung, yang dipakai bahkan sampai berpuluh-puluh butir, yang menyebabkan perdarahan hingga kematian ibu.
SARAN : Konsultasikan ke dokter anda sebelum memakai obat apapun saat hamil dan saat melahirkan.
Semoga bermanfaat
Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab”
di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6 yang boleh diakses siapa saja gratis, khusus kebidanan dan kandungan.


SMS : 085888636868
phone : 021-56981846
Fax : 021-56981847
Persembahan BJ Medical Center

Perlu Pap Smear dan USG (Topik 004)



Di Jerman kanker serviks menurun drastis (padahal dulu setinggi Indonesia) karena ditanggung asuransi sehingga semua wanita pap smear dan USG kandungan dengan teratur. Sedangkan di Indonesia masih bayar sendiri.
Setiap 1 jam 2 wanita meninggal karena kanker serviks. Maka untuk deteksi dini kanker, kista dan miom, disarankan semua wanita untuk pap smear dan USG kandungan 1 tahun 1x, meskipun tidak ada keluhan. Pap smear boleh distop jika sudah 20 thn tidak pernah ML dan 3x pap smear terakhir normal. Berbeda dengan USG yang harus dilakukan seumur hidup.

Semoga bermanfaat
“Anda Bertanya Dr. BJ Menjawab”
di Dr. BJ Education Club via BBM 28EF8EB6 yang boleh diakses siapa saja gratis, khusus kebidanan dan kandungan.


SMS : 085888636868
phone : 021-56981846
Fax : 021-56981847
Persembahan BJ Medical Center

Selasa, 27 Agustus 2013

DETEKSI DINI KISTA OVARIUM Kista ovarium adalah tumor yang berisi cairan yang tampak di indung telur (ovarium), sering dijumpai pada wanita usia reproduksi (18-35 tahun). Sebagian besar kista ini timbul karena perubahan kadar hormon pada siklus haid. Seorang wanita dapat tumbuh satu atau beberapa kista sekaligus. Jika kista ukurannya kecil biasanya tanpa gejala, kecuali jika kista tersebut mempengaruhi fungsi hormon sehingga timbullah keluhan seperti misalnya: badan yang makin gemuk, kelebihan rambut badan, jerawat, tidak bisa hamil (infertil), mestruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi, nyeri perut bawah jika tangkai kista terpuntir, sakit pada sanggama atau saat haid, perut yang makin membesar sesuai dengan besarnya kista (Gambar 1,2). Gambar 1. Kista yang sangat besar sehingga perut membesar Sebagian besar kista ovarium (95%) adalah jinak. Deteksi dini adanya kista ovarium dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik (periksa dalam) atau ultrasonografi (USG). Konsultasilah ke dokter secara berkala atau dilakukan saat seorang wanita mengalami keluhan antara lain : - Menstruasi terlambat, tidak teratur dan/ sakit - Rasa nyeri perut tidak menghilang - Perut membesar dan terasa penuh - Terasa bersisa setelah berkemih - Nyeri saat sanggama - Berat badan menurun Gambar 2. Kista ovarium multilokuler Pilihan pengobatan sangat tergantung kepada jenis, besar, usia penderita, gejala yang timbul dan keinginan punya anak. Sebagian kista dapat menetap atau bahkan menghilang tanpa pengobatan apapun.Ada jenis yang dapat tumbuh berulang sehingga diperlukan terapi lebih lanjut dan pengamatan berkala. “LAKUKAN PERIKSA DALAM DAN USG SECARA BERKALA BERSAMAAN DENGAN PAP’S SMEAR - KOLPOSKOPI” BJ

Masalah Kehamilan di Trimester 3



Kenali Pelbagai Masalah Kehamilan di Trimester 3
Berdasarkan data WHO terdapat sekitar 160 juta perempuan hamil di seluruh dunia. Sebagian besar kehamilan berjalan aman. Namun, sekitar 15 persen menderita komplikasi berat dengan sepertiganya merupakan komplikasi yang mengancam jiwa ibu. Tak heran bila para ibu di Trimester ketiga ini khawatir tentang kehamilannya. Seperti apakah masalah-masalah mereka? Simak penjelasannya dari Dr. Budiman Japar, SpOG, dokter obgin dari RS Royal Taruma, Jakarta Barat.    

Perdarahan
Q:      Baru-baru ini, saya mengalami flek darah. Apakah saya akan mengalami persalinan lebih cepat?—Fania Setyowati (31 tahun), usia kehamilan 32 minggu.
A:       Sebenarnya, Ibu mesti waspada jika terjadi perdarahan, entah itu trimester 1, trimester 2, dan trimester 3 karena perdarahan tersebut berisiko terhadap janin. Nah, perdarahan ringan yang terjadi antara usia kehamilan 20-37 minggu dapat mengindikasikan persalinan prematur.
            Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya perdarahan pada trimester tiga ini,  antara lain Solutio Plasenta, lepasnya plasenta sebelum waktunya yang dapat disebabkan oleh benturan hebat pada perut atau ibu hamil dengan tekanan darah tinggi. Namun, dapat juga disebabkan oleh Placenta Previa,  letak plasenta yang menutupi jalan lahir.
Kapan ke dokter? Mengingat perdarahan pada kehamilan itu sebagai “alarm” tanda bahaya, sebaiknya ibu hamil segera memeriksaan diri ke dokter.
Tip: Rajinlah berkonsultasi dengan dokter obgin.  

Boks
Timbul flek, Segera Konsultasikan ke Dokter
Univeristy of Maryland Medical Center menyatakan bahwa antara 20 persen dan 30 persen perempuan mengalami perdarahan dari vagina pada 20 minggu pertama kehamilan. Lalu, lebih dari 10 persen perempuan mengalami perdarahan dari vagina pada trimester ketiga. Meski kerap dianggap bagian normal dari proses kehamilan, mungkin saja hal itu menunjukkan komplikasi. Sehingga, Anda mesti melaporkan perdarahan vagina ke dokter Anda.
American Congress of Obstetricians and Gnynecologist (ACOG) menegaskan agar Anda segera menghubungi dokter bila terjadi perdarahan semasa hamil.
Selaras dengan ACOG, Dr. Budiman berkata,“Sedikit atau banyak darah keluar dari vagina, segera periksa ke dokter obgin.”

Preeklamsia
Q:      Entah mengapa saya tiba-tiba mengalami pusing yang hebat, ternyata setelah diperiksa, saya mengalami tekanan darah tinggi. Apa yang mesti saya lakukan?—Sarah Praditha (28 tahun), usia kehamilan 29 minggu.
A:      Preeklamsia atau keracunan kehamilan ialah kondisi yang dicetuskan oleh meningkatnya tekanan darah (hipertensi) dan ditemukannya protein dalam air seni. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia dapat mengalami sakit kepala, kenaikan berat badan yang cepat, demam, muntah, dan gangguan penglihatan, kadang disertai kejang yang disebut eklamsia.
            Komplikasi ibu yang mengalami preeklamsia ialah stroke dan penimbunan cairan dalam paru-paru. Sedangkan pada janin ialah gangguan pertumbuhan janin dan rahim, serta kelahiran prematur.
Kapan ke dokter? Mengingat risiko preeklamsia itu sebaiknya ibu hamil tetap melakukan pengawasan kehamilannya kepada dokter.
Tip: rajinlah memeriksakan diri ke dokter obgin.

Eklamsia
Q:      Dulu saat anak melahirkan anak pertama, saaya melahirkan pada usia kandungan 7 bulan karena eklamsia bahkan hingga kejang-kejang. Sekarang, saya hamil anak kedua, dok apakah eklamsia akan muncul kembali?—Maya Ayu Safitri (27 tahun), usia kehamilan 34 minggu.
A:      Eklamsia ialah kejang dalam kehamilan. Timbul pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Biasanya, eklamsia ini akibat faktor genetik bernama V Leiden. Sayangnya, hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya. Salah satu pendukung perjalanan penyakit ini adalah terbentuknya radikal bebas pada ibu hamil. Sehingga, salah satu penanganannya ialah obat antioksidan.
Kapan ke dokter? Jika ibu hamil mengalami preeklamsia, segera ia dibawa ke UGD bila timbul pandangan kabur, sakit kepala tak membaik, dan sakit pada ulu hati.
Tip: Rajinlah memeriksa tekanan darah dan urin sesuai anjuran adokter, dan hindari stres.

Kontraksi Perut
Q:      Saya ibu hamil bekerja. Sudah belakang ini, saya merasa kontraksi bila pulang kantor di kereta listrik. Sebenarnya, apakah itu sebagai tanda saya akan melahirkan?—Dewi Ayu  (33 tahun), usia kehamilan 36 minggu.
A:      Bila ibu mengalami kaku pada rahim yang timbul dan hilang secara tidak beraturan disebut kontraksi palsu (Braxton Hicks). Namun, bila kontraksi semakin sering dengan interval pasti dan bersifat progresif, misalnya 25 menit sekali atau lebih cepat lagi dinamakan kontaksi asli. Hal itu dapat menandakan waktu persalinan semakin dekat.
Kapan ke dokter? Segera hubungi dokter bila mengalami kontraksi lebih dari enam kali dalam satu jam, meski Anda telah beritirahat dan minum air.
Tip:  Cobalah rileks dan tenang saat terjadi kontraksi. Selain itu, istirahatlah cukup.

Air Ketuban Pecah Dini
Q:      Tiba-tiba saya mengeluarkan cairan, padahal rasanya saya tak ingin berkemih. Dok, sebenarnya apa yang terjadi?—Dini Pustika Sari (29 tahun), usia kehamilan 35 minggu.
A:      Coba perhatikan apakah cairan itu hanya membasahi celana dalam saja atau sampai pakaian luar. Selain itu, coba amati apakah Anda merasakan aliran air yang mengalir secara terus-menerus dan tidak dapat ditahan. Bila Anda merasakan cairan merembes hingga pakaian luar dan terjadi terus menerus itu artinya Anda mengalami pecah ketuban dini. Hal tersebut mesti diwaspadai karena dapat menginfeksi janin.
Kapan ke dokter? Segera periksa ke dokter bila merasakan cairan keluar dari vagina dalam jumlah banyak dan tak terkontrol. Tujuannya, agar pecahnya atau merembesnya air ketuban dapat segera diatasi.
Tip: Jagalah kebersihan vagina.

Gerakan Janin
Q:      Dok, Gerakan janin pelan, saya takut. Tapi di sisi lain, perut sakit akibat gerakan bayi yang terlalu kencang, saya juga khawatir—Helma Perangin (37 tahun), usia kehamilan 29 minggu.
A:      Selama Anda merasakan adanya gerakan janin, apakah gerakan itu pelan atau kencang adalah hal yang wajar. Meski begitu, Anda mesti menentukan waktu penghitungannya. Misalnya saja, pada pukul 10 pagi, catatlah berapa lama untuk mencapai 10 kali gerakan. Bila dalam tempo 8 jam, atau pada pukul 6 sore tidak mencapai jumlah yang sama, sebaiknya pasien melakukan tes, seperti tes rekam jantung janin dengan alat kardiotokografi (CTG) untuk mengetahui kesejahteraan janin.    
            Gerakan janin yang konsisten pada trimester ketiga menandakan janin dalam kondisi sehat. Sebaliknya, menurunnya gerakan bayi secara mendadak, sebagai tanda terganggunya kesejahteraan janin. 

Kapan ke dokter? Segera pergi ke dokter untuk memeriksa kondisi janin Anda bila tiba-tiba gerakan janin lebih cepat atau lebih lambat dari waktu perhitungan biasanya. Atau setelah Anda mencoba mengistirahatkan tubuh selama satu sampai dua jam, namun masih terjadi perubahan intensitas gerakan janin secara drastis.  
Tip:
§         Kenali gerakan janin Anda, amati pola gerakannya, sehingga Anda dapat menyadari bila ada perubahan gerakan janin.
§         Sebaiknya jangan membandingkan gerakan janin Anda dengan ibu hamil lainnya karena setiap janin memiliki pola gerakan yang berbeda.

Boks
Lakukan Antenatal Care Demi Pantau Kondisi Janin
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan. Oleh karena itu, disarankan betapa pentingnya perempuan berkonsultasi sebelum dan setelah hamil untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan.
Senada dengan CDC, Dr. Budiman juga mengungkapkan pentingnya Antenatal Care. “Terdapat beberapa hal yang diperiksa dalam antenatal care. Sebut saja, perkembangan janin sesuaikah dengan usianya; perkembangan berat badan janin; kecukupan air ketuban; kondisi plasenta ibu; pasokan aliran darah di tali pusat ke janin; dan frekuensi detak jantung janin,” jelas Dr. Budiman.